Aktivitas Gunung Sinabung Kembali Meningkat

Aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat. Sejak Rabu (24/8/2016) dini hari hingga sore, tercatat terjadi 19 kali luncuran awan panas guguran dan 137 kali guguran.
Febriany Dian Aritya Putri | 25 Agustus 2016 04:43 WIB
Warga melihat Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanis disertai awan panas, di Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumatra Utara, Jumat (19/6 - 2015).Antara/Endro Lewa

Kabar24.com, MEDAN - Aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat. Sejak Rabu (24/8/2016) dini hari hingga sore, tercatat terjadi 19 kali luncuran awan panas guguran dan 137 kali guguran.

Pos pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan tingginya aktivitas vulkanik ditandai peningkatan intensitas gempa dan besarnya volume kubah lava yang kini mencapai 2,6 juta m3.

"Adanya peningkatan gempa hybrid berpengaruh terhadap pertumbuhan kubah lava. Akibatnya terjadi awan panas guguran yang besar. Erupsi terus menerus berlangsung hari ini," papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo dalam keterangan resminya, Rabu (24/8/2016).

Lebih lanjut, dia merinci, antara pukul 00.00 – 06.00 WIB terjadi 10 kali awan panas guguran. Berdasarkan pengamatan, guguran lava pijar sejauh 500 m ke arah Selatan-Tenggara dan 1 km ke Tenggara-Timur.

Pada pukul 06.00 – 12.00 WIB, terjadi enam kali awan panas guguran dengan jarak dan arah luncur tidak teramati karena tertutup kabut.

Pada sore hari secara beruntun juga terjadi erupsi. Pukul 15:23 WIB, erupsi disertai awan panas guguran dengan amplitudo maksimum 120 mm dan lama gempa 335 detik. Selanjutnya pada pukul 15:46 wib, awan panas guguran dengan jarak luncur 3,5 km ke Tenggara-Timur, dengan amplitudo maksimum 120 mm lama gempa 307 detik.

"Saat ini statusnya masih level IV atau Awas. Masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas radius 3 km dari puncak. Masyarakat dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, dan radius 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta radius 4 km untuk sektor Utara-Timur agar dievakuasi ke lokasi yang aman," tambahnya.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

BNPB juga meminta masyrakat agar tidak memasuki zona merah pada radius yang telah ditetapkan PVMBG tersebut. Pasalnya, potensi erupsi susulan masih sangat tinggi.

Hingga saat ini masih terdapat 2.592 keluarga atau 9.318 orang pengungsi di sembilan posko penampungan. Pengungsi berasal dari sembilan desa yang berada di sekitar zona merah.

Tag : gunung sinabung
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top