Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diduga Tercemar Bahan Berbahaya, Pemkot Bogor Periksa Sungai Cibagolo

Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor memeriksa air sungai Cibagolo Bogor yang dilaporkan masyarakat sudah tercemari bahan berbahaya.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 23 Agustus 2016  |  01:46 WIB
Diduga Tercemar Bahan Berbahaya, Pemkot Bogor Periksa Sungai Cibagolo
Pencemaran sungai - Ilustrasi/limbahb3.blogspot.com
Bagikan

Kabar24.com, BOGOR- Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor memeriksa air sungai Cibagolo Bogor yang dilaporkan masyarakat sudah tercemari bahan berbahaya.

Sebelumnya, warga RT 04/12 melayangkan surat pada Pemkot Depok karena ada sejumlah warga yang gatal-gatal setelah mandi di air sungai tersebut.

Kabid Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan BPLH Kota Bogor Tety Sovia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei tim ke lapangan air sungai Cibagolo yang memang tempat pembuangan air kotor digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari.

“Mulai dari mandi, cuci dan sikat gigi menggunakan air tersebut. “Kami akan koordinasi dengan pihak Kelurahan agar warga menggunakan air dari PDAM, tidak lagi menggunakan air sungai itu,” ujarnya, Senin (22/8/2016).

Namun, sambungnya, pihaknya tetap akan menguji air sungai tersebut. Untuk sampel air, tim mengambilnya dari beberapa titik yang berbeda. Pihaknya mengambil sampel mulai dari titik ujung, tengah, dan juga air yang digunakan warga. Diharapkan pekan kedua ke depan tim sudah mengantongi hasil uji tersebut.

Tim yang antara lain beranggotakan Kabid Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan, dan Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup, mengunjungi rumah warga dan meninjau pemandian umum yang airnya bersumber dari aliran sungai Cibagolo. Tim juga mengambil sampel air untuk dibawa dan diperiksa di laboratorium.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencemaran lingkungan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top