Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asap di Stasiun MRT Singapura Bukan Ulah Teroris

Asap yang mengepul dan menyebar di sebuah stasiun MRT bawah tanah di Singapura pada Senin (15/8/2016) tampaknya disebabkan oleh kesalahan teknis.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 15 Agustus 2016  |  15:53 WIB
Cuplikan video yang mengabadikan asap yang mengepul di dalam gerbong MRT Singapura. - Twitter/@zoeraymond
Cuplikan video yang mengabadikan asap yang mengepul di dalam gerbong MRT Singapura. - Twitter/@zoeraymond

Kabar24.com, SINGAPURA— Asap yang mengepul dan menyebar di sebuah stasiun MRT bawah tanah di Singapura pada Senin (15/8/2016) tampaknya disebabkan oleh kesalahan teknis.

Sebelumnya, pihak otoritas menyerukan kewaspadaan setelah Kepolisian Indonesia menahan enam orang tersangka militan yang pada 5 Agustus lalu dicurigai merencanakan penyerangan terhadap Singapura.

Video yang beredar di sosial media menunjukkan para penumpang bergegas keluar dari kereta di stasiun Tanjong Pagar sambil menutup hidung untuk melindungi diri mereka dari asap yang pekat. Beberapa dari mereka terlihat mengabadikan kejadian itu dalam bentuk foto dan video.

 “Begitu pintu kereta terbuka, asap membubung keluar dari bagian pemisah kereta dengan lantai stasiun. Asap tidak terlalu bebau tetapi pemikiran pertama yang timbul di benak saya adalah apakah ini merupakan serangan teroris?” sebut seorang pengguna kereta Jason Wang seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2016).

Seperti diberitakan Reuters yang dikutip dari harian Today para penumpang kemudian menyebutkan bahwa pihak operator menyebarkan pengumuman adanya kesalahan teknis.

Seorang juru bicara kepolisian menolak berkomentar dengan alasan tidak ada komentar resmi sejauh ini sementara operator kereta juga tidak merespon email yang ditujukan terkait kejadian ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt singapura asap

Sumber : Reuters

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top