Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaksa Agung Minta Aliran Dana Narkoba Ditelusuri

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo meminta tim independen yang dibentuk terkait cerita Haris Azhar tentang pengakuan gembong narkotika Fredi Budiman telusuri laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 12 Agustus 2016  |  15:51 WIB
Jaksa Agung Minta Aliran Dana Narkoba Ditelusuri
Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan presentasinya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo meminta tim independen yang dibentuk terkait cerita Haris Azhar tentang pengakuan gembong narkotika Fredi Budiman telusuri laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kalau betul ya wajib bagi tim independen atau pihak yang punya kewenangan untuk menindaklanjuti,” kata Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Dia mengatakan bahwa saat ini Kejaksaan Agung belum menerima laporan PPATK tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, PPATK merilis adanya aliran uang mencurigakan senilai Rp3,6 triliun.

Uang tersebut mencurigakan karena berputar dari satu rekening ke rekening lain.

Namun, belum dapat dipastikan terkait peredaran narkotika atau tidak.

PPATK hanya menyatakan bahwa pemberi dan penerima uang adalah anggota jaringan Freddy Budiman.

Fredi menurut cerita Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan telah menyetor Rp450 miliar kepada BNN dan Rp90 miliar kepada kepolisian.

Uang itu dimaksudkan untuk melancarkan bisnis penyelundupan narkotika di Indonesia dari Tiongkok.

Adapun Fredi telah dieksekusi pada hukuman mati gelombang ketiga akhir Juli 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus narkoba hukuman mati
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top