Dihujani Protes, Trump Minta Bantuan Parlemen

Trump meminta parlemen untuk mendukungnya setelah dia dihujani serangan tajam dari sesama anggota partai pasca komentarnya mengenai orang tua seorang tentara Muslim AS.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 02 Agustus 2016  |  12:38 WIB
Dihujani Protes, Trump Minta Bantuan Parlemen
Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Trump meminta parlemen untuk mendukungnya setelah dia dihujani serangan tajam dari sesama anggota partai pasca komentarnya mengenai orang tua seorang tentara Muslim AS.

Kritik yang dilancarkan Trump kepada Khizr Khan dan Ghazala Khan, yang tampil dalam konvensi partai Demokrat minggu lalu, memicu kekhawatiran dan kecemasan anggota parlemen dari partai Republik.

Senator dari Partai Republik, John McCain, seorang mantan tawanan perang dan veteral paling menonjol di Kongres, bersama dengan komandan Veterans of Foreign Wars (veteran perang luar negeri) ikut mengutuk aksi Trump.

Rob Wasinger, mantan calon kongres yang bekerja untuk kampanye Trump mengirimkan surat elektronik ke pembantu Senat senior mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan pernyataan dari beberapa anggota parlemen terkait hal ini.

“Kami akan sangat menghargai bantuan anda,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/8/2016).

Permintaan serupa juga ditujukan ke anggota partai Republik di dewan perwakilan rakyat.

Dalam permintaan tersebut disertakan pula poin pembicaraan yang bisa digunakan oleh para anggota parlemen untuk meredakan kontroversi yang berkembang sejak penampilan kedua orang tua militer Muslim AS di konvensi Partai Demokrat minggu lalu. Tentara Amerika Kapten Humayun Khan, tewas dalam sebuah serangan bom di Irak 12 tahun lalu.

Hope Hicks, juru bicara Trump, mengatakan tim kampanye Trump bersyukur mendapatkan dukungan dari Kongres dan anggota partai Republik berusaha agar Calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton tidak memenangkan kursi kepresidenan.

Namun, permintaan dukungan yang disampaikan oleh tim kampanye Trump tidak membuahkan hasil.

Seorang pembantu Senat senior dari Partai Republik yang meminta untuk tidak disebut namanya mengatakan bahwa Senator Partai Republik senang dengan pernyataan Pimpinan Senat Mitch McConnels pada Minggu (31/7/2016) yang menyebut Kapten Khan sebagai pahlawan Amerika dan menggaris bawahi bahwa larangan perjalanan bagi kelompok agama tertentu bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut Amerika.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rasisme, Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup