Pemilu Australia, Tradisi Sosis di Demokrasi Negeri Kangguru

Pemilu Australia tidak hanya panas terkait persaingan para calonnya saja, tetapi juga panas di panggangan sosis. Pada Hari ini, para warga Australia akan memanfaatkan hak demokrasinya sambil menikmati sandwich berisi sosis.
Surya Rianto | 02 Juli 2016 15:11 WIB
Ilustrasi: PM Australia Malcolm Turnbull (kiri) dan Presiden Joko Widodo melepas dasi saat mengunjungi Pasar Tanah Abang (12/11/2015). - Reuters/Adek Berry

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemilu Australia tidak hanya panas terkait persaingan para calonnya saja, tetapi juga panas di panggangan sosis. Pada Hari ini, para warga Australia akan memanfaatkan hak demokrasinya sambil  menikmati sandwich berisi sosis.

Seperti dikutip Reuters pada Sabtu (2/7), Perdana Menteri Australia yang kemabali mencalonkan diri dalam pemilu kali ini yaitu Malcolm Turnbull pun menyebutkan demokrasi Australia tidak lengkap tanpa aroma sosis bakar yang mendesis.

Dalam budaya di Australia, dalam proses pemilu akan diiringi oleh aksi badan amal lokal maupun sekolah-sekolah untuk mengambil untung dengan menjual sosis di setiap tempat pemilihan suara (TPS). Hal  itu pun dijadikan momentum untuk bisa menggalang dana.

Di sisi lain, keberadaan Sosis Sizzles, para penjual sosis di TPS, pun menjadi daya tarik para  warga Australia untuk menggunakan hak memilihnya. Sampai saat ini tercatat ada 15,6 juta warga Australia yang memiliki hak suara memilih.

Adapun, Ribka Smyth, salah satu warga Australia di Melbourne mengaku suaminya kecewa berat ketika ke TPS ternyata tidak ada sosis yang tersedia.

Seiring dengan itu, hashtag #DemocracySausage pun menjadi trending topic Twitter  di Australia.

Sumber : Reuters

Tag : internasional
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top