Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Juli-September 2016, Periode Bahaya Kebakaran di Riau

APRIL Group mengumumkan 'Periode Bahaya Kebakaran' di semua area Riau mulai 1 Juli-30 September 2016. Deklarasi ini merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan selama musim kemarau.n
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 01 Juli 2016  |  20:54 WIB
Juli-September 2016, Periode Bahaya Kebakaran di Riau
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - APRIL Group mengumumkan 'Periode Bahaya Kebakaran' di semua area Riau mulai 1 Juli-30 September 2016. Deklarasi ini merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan selama musim kemarau.

Craig Tribolet, Strategic Fire Management Manager APRIL Group, menuturkan sosialisasi terhadap Periode Bahaya Kebakaran akan dilakukan melalui berbagai cara, seperti melalui papan pengumuman, pertemuan desa, dan media komunikasi lainnya.

Selama periode Juli-September 2016, akan disampaikan tata cara menggunakan api di ruang terbuka, terutama di kawasan hutan yang diprediksi mengalami panas berlebih.

"Fokus utama kami adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah kebakaran dari awal. Pencegahan adalah strategi yang terbaik dan efisien daripada pemadaman setelah terjadi kebakaran," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (1/7/2016).

Menurutnya, hampir 80% dari kebakaran selama 12 bulan terakhir terjadi akibat pembukaan lahan untuk persiapan pertanian. Agar tidak berulang, perusahaan menyosialisasikan program Desa Bebas Api dalam mengantisipasi bahaya kebakaran.

Misalnya melalui kemudahan akses pada alternatif sistem pertanian berkelanjutan, pembentukan pemimpin desa untuk melakukan sosialisasi dan pendataan, sosialisasi intensif kepada masyarakat, serta menggandeng perusahan lain untuk bersama-sama aktif.

Sailal Arimi, Fire Prevention Manager APRIL mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan tidak terjadi kebakaran. Pihaknya juga selalu siaga memadamkan api jika terjadi kebakaran dan melapor kepada pihak yang berwajib.

Selama Periode Bahaya Kebakaran, kata Sailal, timnya akan meningkatkan patroli di darat dan udara, serta bekerja secara aktif dengan masyarakat setempat dalam hal pencegahan. Hal itu sebagai bentuk antisipasi dan kesiapan menekan semua potensi terjadinya kebakaran di konsesi dan sekitarnya.

Sampai sekarang, produsen pulp dan kertas ini telah menginvestasikan lebih dari US$6 juta untuk kelengkapan peralatan pemadam kebakaran, US$2 juta untuk perawatan, dan melatih lebih dari 600 karyawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan riau
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top