Ketua dan Pengurus Yayasan Universitas Presiden Berganti Kepemimpinan

Yayasan Pendidikan Universitas Presiden melakukan serah terima jabatan ketua dan pengurus, Rabu (8/5) malam, di Jakarta.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 Juni 2016  |  18:21 WIB
Ketua dan Pengurus Yayasan Universitas Presiden Berganti Kepemimpinan
Serah terima jabatan Ketua dan Pengurus yayasan Universitas Presiden - dokumentasi

Kabar24.com, JAKARTA- Yayasan Pendidikan Universitas Presiden melakukan serah terima jabatan ketua dan pengurus, Rabu (8/5) malam, di Jakarta.

George Hadi Santoso ditunjuk oleh S.D. Darmono selaku pendiri yayasan menggantikan Prof. Ermaya Suradinata untuk memimpin Yayasan Pendidikan Universitas Presiden.

Seperti diketahui Prof. Ermaya yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lemhanas lalu, saat ini sedang mejabat sebagai Gubernur IPDN. Sedangkan George Hadi Santoso sebelumnya sempat menjabat sebagai President Director & Country Managing Director PT DuPont Agricultural Products Indonesia & PT DuPont Indonesia hingga akhir 2015. Sejak saat itu langsung bergabung dengan yayasan sebagai Executive Director Universitas Presiden.
 
"Untuk menjadi nomor satu di Indonesia dan Internasional, President University (PU) harus kaya akan riset dan menggunakan dosen-dosen berstandar internasional, dimana saat ini terdapat lebih dari 30 persen dosen asing berstandar internasional yang mengajar di President University," demikian ditegaskan Pendiri Yayasan Universitas Presiden, S.D. Darmono.
 
Untuk menjadi yang terbaik di Indonesia dan Internasional, Menurut Darmono, selain harus kaya akan riset dan dosen-dosen yang berstandar internasional, sebuah universitas yang baik juga harus menawarkan beasiswa dan kemudahan bagi para lulusan untuk terserap di dunia kerja, baik di pemerintahan, BUMN dan sektor swasta di berbagai sektor.
 
Dengan cara itu, akan menarik minat siswa-siswa dari luar negeri untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
 
Indonesia saat ini sangat diminati oleh para investor-investor asing dari China, Korea, Jepang dan negara-negara lainnya, karena potensi Indonesia yang besar namun masih belum memadai dalam hal sumber daya manusianya. Sehingga makin banyak perusahaan asing di Indonesia maka akan makin banyak menyerap tenaga kerja anak bangsa.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Universitas Presiden, Prof. Dr. Ermaya Suradinata mengungkapkan, bahwa regenerasi dan perubahan sangat penting untuk memenuhi dan menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan jaman dalam bersaing menjadi yang terbaik.
 
"Regenerasi juga merupakan sebuah penyegaran khususnya dalam pergantian pengurus dan ketua yayasan Universitas Presiden agar terus memberikan tawaran terbaik kepada anak bangsa dalam menyediakan pendidikan yang berstandar internasional," katanya.
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
universitas

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top