Amerika Makin Agresif Blokir Akses Finansial Korea Utara

Amerika serikat menyatakan Korea sebagai negara dengan tindak pencucian uang mengkhawatirkan dan melangkah lebih jauh untuk memblokir kemungkinan penggunaan bantuan keuangan baik dari Amerika Serikat dan dunia untuk mendanai program senjatanya.
Juli Etha Ramaida Manalu | 02 Juni 2016 12:43 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - Reuters

Kabar24.com, WASHINGTON - Amerika Serikat menyatakan Korea Utara sebagai negara dengan tindak pencucian uang mengkhawatirkan dan melangkah lebih jauh untuk memblokir kemungkinan penggunaan bantuan keuangan, baik dari Amerika Serikat dan dunia untuk mendanai program senjatanya.

Departemen Keuangan Amerika Serikat menyerukan larangan bagi lembaga keuangan tertentu di AS untuk membuka atau mempertahankan rekening koresponden yang dibuka untuk menerima simpanan atau melakukan pembayaran atas nama lembaga asing yang terkait dengan Korea Utara.

Departemen Keuangan AS juga melarang penggunaan akun koresponden pihak ketiga Amerika Serikat untuk memproses transaksi untuk lembaga keuangan finansial Korea.

Pengumuman tersebut dibuat beberapa hari setelah peluncuran rudal terbaru oleh Korea Utara yang akhirnya gagal. Ketegangan di wilayah tersebut meningkat tajam sejak Januari ketika Korea Utara melancarkan uji coba nuklir keempatnya yang diikuti dengan peluncuran satelit dan uji coba peluncuran berbagai rudal.

Sejumlah peluncuran oleh Korea Utara kemudian memicu pihak Amerika Serikat dan negara lain untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Korea Utara.

Undang-undang AS secara umum sudah melarang lembaga keuangan melakukan transaksi dengan institusi Korea Utara. Namun, tindakan terbaru departemen tersebut akan memberlakukan kontrol tambahan, terutama larangan penggunaan rekening Amerika di bank negara ketiga untuk memproses transaksi untuk Korea Utara.

 “Ini sangat berarti … Ini menunjuk seluruh negara, yang pada dasarnya berarti bahwa setiap entitas yang tertarik untuk berinteraksi dengan lembaga keuangan Amerika Serikat tidak diizinkan untuk  memiliki bisnis apapun dengan Korea Utara,” kata Victor Cha, Seorang Korea dari Center for Strategic and International Studies di Washington seperti dikuti dari Reuters, Kamis (2/6/2016).

Menurut Cha, kalaupun tidak semua, kebanyakan entitas jika dihadapkan dengan pilihan memiliki akses ke sistem keuangan AS atau berbisnis dengan Korea Utara akan membuat pilihan yang jelas.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis(2/6/2016) menyambut baik tindakan tersebut. Pihak Korea Selatan dalam sebuah pernyataan mengatakan, tindakan tersebut akan meningkatkan efektiftas sanksi yang saat ini dijatuhkan atas Korea Utara.

Sekitar US$24 juta dana Korea Utara membeku di Macau’s Banco Delta Asia (BDA) setelah Departemen Keuangan AS menuduh pihak bank tersebut membantu menyalurkan pendapatan dari kegiatan terlarang Korea Utara yang memicu kepanikan Pyongyang untuk segera menarik uang tersebut.

 

Sumber : Reuters

Tag : finansial, amerika serikat, korea utara
Editor : Juli Etha Ramaida Manalu

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top