Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONFLIK TIMTENG: RI Diminta Hadiri Paris Peace Conference

Indonesia terpilih menjadi salah satu negara yang menghadiri persiapan Paris Peace Conference, yang akan membicarakan proses perdamaian antara Israel dengan Palestina.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 01 Juni 2016  |  19:57 WIB
Jabat tangan perdamaian - Ilustrasi/JIBI Photo
Jabat tangan perdamaian - Ilustrasi/JIBI Photo

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia terpilih menjadi salah satu negara yang menghadiri persiapan Paris Peace Conference, yang akan membicarakan proses perdamaian antara Israel dengan Palestina.

Arrmanatha Nasir, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan Prancis secara khusus mengundang beberapa negara yang dianggap terlibat aktif dalam proses perdamaian Israel-Palestina, untuk ikut dalam persiapan Paris Peace Conference.

“Menteri Luar Negeri akan langsung bertolak ke Paris, Prancis, karena acaranya akan dimulai pada 3 Juni 2016. Pari Peace Conference sendiri rencananya akan diselenggarakan pada paruh kedua tahun ini,” katanya, Rabu (1/6/2016).

Arrmanatha menuturkan Indonesia dinilai memiliki posisi yang unik sebagai negara yang selalu mengampanyekan solusi untuk persoalan Israel-Palestina. Padahal, proses perdamaian antara Israel-Palestina terakhir kali dilakukan pada 2012.

Dengan status sebagai negara muslim terbesar di dunia dengan letak geografis di luar Timur Tengah, Indonesia diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam permasalahan Israel-Palestina. Paris Peace Conference sendiri nantinya akan menekankan pentingnya two-state solution.

Selain Indonesia, acara itu juga akan dihadiri oleh negara anggota tetap dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Amerika serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Prancis. Selain itu, negara Uni Eropa, seperti Belanda, Italia, Spanyol, Irlandia, dan Polandia juga akan ikut menghadiri acara itu.

Selain itu, Kanada, Arab saudi, Maroko, dan Turki juga akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Nantinya, PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab akan menjadi organisasi internasional yang diundang untuk dimintai pendapatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdamaian
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top