Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bencana Alam: Tanah Bergerak, Rumah Warga Tasikmalaya Tiba-Tiba Miring

Bencana alam pergerakan tanah di kawasan Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masih terus terjadi hingga memperparah kerusakan rumah penduduk di daerah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2016  |  14:23 WIB
Ilustrasi - Antara/Adeng Bustomi
Ilustrasi - Antara/Adeng Bustomi

Kabar24.com, BANDUNG - Bencana alam berupa pergerakan tanah terjadi di salah satu desa di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Bencana alam pergerakan tanah di kawasan Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masih terus terjadi hingga memperparah kerusakan rumah penduduk di daerah itu.

"Tadi malam jam 10 terjadi lagi, kaca rumah pecah, rumah juga jadi miring," kata Ikah Atikah warga yang tinggal di daerah rawan bencana pergerakan tanah Kampung Citeureup, Desa Sukapada, Tasikmalaya, Senin (23/5/2016).

Ia menuturkan pergerakan tanah itu terjadi secara tiba-tiba menyebabkan retakan dinding rumah semakin membesar, dan kaca jendela pecah.

Selain itu, kata Ikah, kerusakan juga terjadi pada atap bagian dapur rumah dan dikhawatirkan akan roboh.

"Bingung melihat kondisi rumah, atap dapur hampir roboh, takut sewaktu-waktu rumah saya akan roboh," katanya.

Ia mengungkapkan kerusakan pada rumahnya itu sudah terjadi sejak Apri 2016. Awalnya hanya berupa retakan kecil pada dinding rumah.

Namun kerusakan rumahnya itu semakin membesar akibat bencana pergerakan tanah masih terus terjadi dalam waktu yang tidak dapat diprediksi.

Meskipun kondisi rumahnya memprihatinkan, Ikah tetap bertahan di lokasi itu karena tidak memiliki rumah lain.

"Tetap di sini meski setiap malam saat tidur suka ketakutan, takut roboh," katanya.

Kepala Desa Sukapada, Dudung Kamal Mustopa mengatakan bencana pergerakan tanah melanda pemukiman penduduk itu sudah terjadi sejak 1995.

Tim ahli geologi, kata dia, sudah melakukan penilitian sekitar tahun 1997-1998 lalu menyimpulkan daerah tersebut zona berbahaya terhadap pergerakan tanah.

"Ahli geologi menyatakan tiga kampung di desa kami sebagai zona merah," katanya.

Ia menambahkan peristiwa lain sempat membuat takut warga, yakni saat perbukitan sebelah utara Kampung Geradaha amblas menimbulkan suara gemuruh hingga warga panik berhamburan keluar rumah.

"Kondisi sekarang masih saja terjadi, jalan kampung dan rumah juga retak-retak, hampir semua rumah miring karena tanahnya selalu bergerak," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tasikmalaya bencana alam

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top