Munaslub Golkar: Ini Alasan Ade Komarudin Relakan Novanto Jadi Golkar-1

Setelah sama-sama meraih dukungan suara 30% yang berarti memiliki hak untuk maju ke putaran kedua, Ade Komarudin malah memasrahkan kursi Ketua Umum Golkar kepada Setya Novanto.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 17 Mei 2016 11:06 WIB
Ade Komarudin (kedua dari kiri) - Antara/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, NUSA DUA - Setelah sama-sama meraih dukungan suara 30% yang berarti memiliki hak untuk maju ke putaran kedua, Ade Komarudin malah memasrahkan kursi Ketua Umum Golkar kepada Setya Novanto.

Kandidat calon ketua umum nomor 1 ini akhirnya memutuskan untuk mundur dari kontestasi perebutan kursi Golkar 1.

Ade, yang merupakan salah satu dari dua kandidat dengan dukungan suara terbanyak dengan besar hati memutuskan tak ingin melanjutkan persaingannya ke putaran kedua.

“Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kreasi demokrasi yang luar biasa. Ini tradisi yang harus kita lanjutkan. Yang kedua, terima kasih kepada rekan-rekan yang mengiringi perjalanan politik saya. Saya sudah berembuk dengan teman-teman saya dan tim saya dan ARB. Saya kira, saya lebih muda dari Pak Novanto. Pak Novanto 60, masih ada kesempatan saya di masa datang,” ujar Ade, Selasa dini hari (17/5/2016).

Keputusan Ade tersebut membuat Setya Novanto dikukuhkan sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2016-2019 dengan masa jabatan 3,5 tahun.

Berdasar dukungan suara yang terkumpul pada putaran pertama, Ade Komarudin meraih 173 suara, Setya Novanto 277 suara, Airlangga Hartarto 14 suara, Mahyudin 2 suara, Priyo Budi Santoso 1 suara, Aziz Syamsuddin 48 suara, Indra Bambang Utoyo 1 suara, Syahrul Yasin Limpo 27 suara.

Sedangkan suara tidak sah berjumlah 11. Adapun total suara sebanyak 554.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Munaslub Golkar

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top