Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JAKSA AGUNG: La Nyalla di Singapura

Jaksa Agung RI HM Prasetyo menegaskan bahwa Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti sampai sekarang masih berada di Singapura meski paspornya sudah dicabut pihak imigrasi.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 11 Mei 2016  |  14:51 WIB
JAKSA AGUNG: La Nyalla di Singapura
La Nyalla Mahmud Mattalitti/pssi - yus

Bisnis.com, JAKARTA -  Jaksa Agung RI HM Prasetyo menegaskan bahwa Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti sampai sekarang masih berada di Singapura meski paspornya sudah dicabut pihak imigrasi.

"Iya masih di Singapura dia," katanya di Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Terkait informasi La Nyalla sudah berada di Indonesia, ia menegaskan orang yang menyatakan itu harus memberitahukan ke pihaknya.

"Kalau dia tahu La Nyalla di sini dan dia melindungi, bisa kena juga," katanya.

Prasetyo mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan KBRI di Singapura untuk meminta bantuan aparat serta pihak keimigrasian setempat melacak keberadaan La Nyalla.

"Kalau misalnya ada kepastian tempatnya, kita bisa minta tolong melalui Interpol," jelas Prasetyo.

Pemerintah Singapura dapat mengusir La Nyalla jika mereka menemukan dia karena telah melanggar izin keimigrasian, tambah Prasetyo.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla sebagai tersangka korupsi hibah Rp5 miliar, yang diduga digunakan untuk membeli saham Bank Jatim pada 2012. Selain itu La Nyalla telah tiga kali tidak menghadiri panggilan pemeriksaan.

Lalu pada 17 Maret 2016, La Nyalla diketahui meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Malaysia dan kini diketahui berada di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pssi la nyalla matalitti

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top