Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Anak Jalanan di Kaltim Berkurang

Prosentase anak jalanan (anjal), gelandangan pengemis dan pengamen di Provinsi Kalimantan Timur berangsur menurun.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 06 Mei 2016  |  03:07 WIB
Jumlah Anak Jalanan di Kaltim Berkurang
Ilustrasi anak jalanan - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SAMARINDA - Prosentase anak jalanan (anjal), gelandangan pengemis dan pengamen di Provinsi Kalimantan Timur berangsur menurun. Kepala Dinas Sosial Kaltim Siti Rusmalia Idrus mengatakan penurunan itu sebagai dampak terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, Anak Jalanan dan Pengamen di Kaltim.

Perda tersebut dinilai sangat besar manfaatnya sehingga mampu menurunkan persentase jumlah anjal, gelandangan, pengemis dan pengamen di Kaltim, khususnya yang berada di ibukota provinsi, Samarinda dan juga di Kota Balikpapan. Pasalnya, biasa di persimpangan hingga 20 anak jalan maupun gelandangan pengemis, sekarang kondisinya mulai berkurang. "Alhamdulillah persentasenya sudah menurun.

Biasa kita lihat hingga 20 anak jalanan di setiap persimpangan, kini sudah mulai berkurang. Ada, tetapi hanya tiga hingga lima orang," ujarnya, Rabu (4/5/2016).

Penurunan ini tidak lepas dari adanya sosialisasi yang terus dilakukan jajaran SKPD terkait di lingkungan Pemprov Kaltim di sejumlah daerah, khususnya di Balikpapan dan Samarinda. Dalam perda tersebut juga menegaskan mengenai sanksi yang diberikan kepada pelaku yang memanfaatkan anak-anak untuk dipekerjakan sebagai anak jalanan atau peminta-minta.

Masing-masing SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim terus melakukan upaya untuk mengatasi permasalahan ini melalui sosialisasi perda tersebut ke masing-masing kabupaten/kota. "Saat ini memang Samarinda dan Balikpapan masih terlihat ada anak jalanan maupun gelandangan pengemis.

Sedangkan daerah lainnya, mulai Kutai Kartanegara, Bontang, Paser, PPU, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat dan Mahakam Ulu tidak ada. Apalagi di Kutai Kartanegara sudah menerapkan kota layak anak, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang di jalan untuk mencari uang atau bekerja," terang Siti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak jalanan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top