Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TMII Jakarta Gelar Pertunjukan Wayang Semalam Suntuk

Para penggemar pertujukan wayang kulit di Jakarta dan daerah sekitarnya dapat menyaksikan pergelaran seni tersebut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta besok malam, Sabtu (23/4/2016).
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 22 April 2016  |  15:20 WIB
TMII Jakarta Gelar Pertunjukan Wayang Semalam Suntuk
Ilustrasi - Jibiphoto/Sunaryo Haryo Bayu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Para penggemar pertujukan wayang kulit di Jakarta dan daerah sekitarnya dapat menyaksikan pergelaran seni tersebut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta besok malam, Sabtu (23/4/2016).

Pergelaran wayang kulit semalam suntuk gaya Yogyakarta dengan lakon Gatotkaca Senopati tersebut disajikan oleh dalang Ki Sunarno Aji Probowo, di plaza Tugu Api Pancasila, area TMII Jakarta Timur.

Lakon Gatotkaca Senopati itu menceritakan bahwa setelah Burisrawa gugur, Kurawa mengangkat Adipati Karna dari Awangga sebagai Senopati.

Hari sudah gelap, sang surya sudah lama meninggalkan jejak sinarannya di ladang Kurusetra. Seharusnya perang dihentikan, masing-masing pihak beristirahat dan mengatur strategi untuk berperang esok hari.

Namun, entah mengapa Kurawa mengirim Senopati malam-malam. Maka Adipati Awonggo ngamuk menerabas dan menghancurkan perkemahan pasukan Pandawa di garda depan. Karena itulah para penjaga perkemahan kalang kabut tidak kuasa menandingi Krida sang Adipati Karno.

Secepat kilat berita itu terdengar hingga perkemahan Pandawa Mandalayuda. Sri Kresna tahu apa yang harus dilakukan. Maka dipanggilnya Raja Pringgondani Raden Haryo Gatotkaca, putra Kinasih Raden Brataseno dari Ibu Dewi Arimbi.

Disamping Sri Kresna, Raden Brataseno berdiri layaknya gunung memperhatikan dengan seksama dan waspada pembicaraan Sri Kresna dengan putranya. Raden Brataseno kemudian menawarkan kepada Gatotkaca untuk berperang melawan Senopati Hastina dan dia pun menyanggupinya.

Sekejap Gatotkaca tidak terlihat. Sri Kresna merasakan bahwa inilah saatnya Gatotkaca mati sebagai pahlawan perang Pandawa. Dia tidak mau merusak suasana hati adik-adiknya Pandawa dengan mengutarakan apa yang dirasakan dengan jujur.

Namun, perasaan wisnunya mengatakan Wrekudara harus disiapkan untuk menerima kenyataan yang mungkin akan memilukannya nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta wayang tmii
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top