Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menlu AS dan PM Palestina Bertemu Bahas Ketegangan di Tepi Barat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Minggu (21/2/2016) atau Senin (22/2/2016) WIB dan membicarakan tentang ketegangan antara warga Israel dengan Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 22 Februari 2016  |  18:02 WIB
Menlu AS dan PM Palestina Bertemu Bahas Ketegangan di Tepi Barat
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) John Kerry mendesak, Sabtu (20/2/2016). - Ilustrasi

Bisnis.com, AMMAN, Yordania -  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Minggu (21/2/2016) atau Senin (22/2/2016) WIB dan membicarakan tentang ketegangan antara warga Israel dengan Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan.

Sejak 1 Oktober lalu, serangan yang dilakukan dengan menggunakan pisau, senjata api dan penabrakan mobil oleh warga Palestina telah merenggut nyawa 27 orang Israel, seorang warga Amerika dan Eritrea, menurut penghitungan yang dilakukan oleh media.

Pada saat yang sama, sebanyak 176 warga Palestina telah tewas di tangan pasukan Israel, sebagian besar dikarenakan melakukan serangan terhadap warga Israel namun sejumlah di antaranya tewas pada saat bentrokan dan demonstrasi.

"Menteri terus mendesak melakukan ketenangan dan penurunan dalam kekerasan, penghasutan dan pidato yang memperpanas suasana," kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby.

Kerry berada di Yordania tempat dia juga akan menemui Raja Abdullah II, yang merupakan sekutu kunci Amerika Serikat dalam pertempuran melawan kelompok bersenjata ISIS, di wilayah pelabuhan selatan, Aqaba.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh istana mengatakan bahwa Raja menegaskan perlunya komunitas internasional dan Amerika Serikat untuk pertama kali mengakhiri berhentinya proses perdamaian antara warga Palestina dengan Israel dan bergerak ke arah solusi dua negara.

Para diplomat Amerika mengatakan Kerry dan Abdullah juga mendiskusikan konflik Suriah.

Kirby mengatakan bahwa Kerry telah menekankan komitmen Washington kepada Abbas untuk mencari sebuah solusi dua negara yang dapat dipertahankan dan untuk bekerja dengan seluruh pihak hingga akhir.

"Dia juga mengatakan kembali kebijakan kami tentang pembangunan permukiman Israel yang tidak sah," ujar Kirby.

Pertemuan damai pihak Israel dengan Palestina yang disponsori oleh Amerika Serikat gagal pada April 2014 lalu, dan prospek akan pertemuan yang baru tampak semakin jauh.

Sejumlah analis mengatakan warga Palestina mengeluhkan pendudukan dan pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat, sangat kurangnya kemajuan dalam usaha-usaha perdamaian beserta pemerintahan mereka yang amburadul lebih memperburuk keresahan yang ada.

Pada Kamis, warga Palestina menyambut sebuah inisiatif yang diajukan oleh pihak Prancis untuk melakukan sebuah konferensi perdamaian internasional Timur tengah, sebuah proposal yang ditentang oleh perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina agresi israel

Sumber : ANTARA/AFP

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top