Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AP3F Sokong Infrastruktur Asia Pasifik

The Asia-Pacific Project Preparation Facility (AP3F), dana perwalian multi donor yang dikelola ADB, berkomitmen membantu menyiapkan struktur maupun menempatkan proyek layak finansial berbasis kemitraan publik swasta di kawasan Asia dan Pasifik, pada pasar.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 26 Januari 2016  |  03:30 WIB
AP3F Sokong Infrastruktur Asia Pasifik
Perbaikan jalan provinsi - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --The Asia-Pacific Project Preparation Facility (AP3F), dana perwalian multi donor yang dikelola ADB, berkomitmen membantu menyiapkan struktur maupun menempatkan proyek layak finansial berbasis kemitraan publik swasta di kawasan Asia dan Pasifik, pada pasar.

Hal itu juga menjadi salah satu peluncuran AP3F, sebagai bagian dari Asian Development Bank (ADB).

Kepala Kemitraan Pemerintah-Swasta ADB Ryuichi Kaga mengatakan pihaknya senang untuk memulai operasi fasilitas tersebut. Hal itu, paparnya, dilakukan dalam rangka meningkatkan dukungan ADB terhadap negara-negara berkembang yang menjadi anggota mereka.

"Meningkatkan kualitas dan penyediaan proyek-proyek infrastruktur akan meningkatkan kesempatan investasi untuk sektor swasta, mitra penting untuk mengatasi kebutuhan massif infrastruktur Asia," kata Kaga dalam rilisnya, Senin (25/1/2016).

Tujuan utama AP3F sendiri adalah dukungan persiapan proyek untuk pemerintah, termasuk due dilligence dan jasa untuk memberikan pertimbangan atau nasihat. Hal itu menyangkut soal teknik, finansial, hukum dan soal peraturan serta panduan.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adb
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top