Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rumah Adat Batak Berusia 250 Tahun Terbakar

Rumah Adat Batak Berusia 250 Tahun Terbakar
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Januari 2016  |  03:47 WIB
Rumah Adat Batak Berusia 250 Tahun Terbakar
Ilustrasi - Reuters/Eric Thayer
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA -- Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA), Jhohannes Marbun, mengatakan bangunan adat Batak Jangga Dolok terbakar di Huta Lumban Binanga, Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Jumat, 1 Januari 2016 malam.

"Kejadiannya sekitar pukul 19.00 sampai 21.00. Namun api benar-benar padam sekitar pukul 23.00," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 2 Januari 2016.

Jhohannes melanjutkan, bangunan yang terbakar adalah empat rumah adat dan satu rumah tenun. Salah satu rumah adat itu, kata dia, tengah direnovasi menggunakan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. "Diperkirakan selesai satu minggu ke depan," ujar Jhohannes.

Adapun dua rumah lainnya pernah direnovasi menggunakan dana APBD Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, tahun 2013-2014. Menurut Jhohannes, bangunan adat ini diperkirakan berumur 200 hingga 250 tahun. "Sudah ditempati dua belas generasi," kata dia. Saat ini, kawasan rumah adat dihuni oleh generasi ke-13 dari keturunan pemuka kampung.

Menurut Jhohannes, saksi mata melihat asal api bermula dari rumah adat yang direnovasi. "Ayah dari kepala desa keluar rumah dan mendengar teriakan," ujar Jhohannes. Saksi itu melihat sekumpulan anak kecil. "Waktu itu sedang bermain petasan."

Api pertama kali tampak dari atap rumah adat yang terbuat dari ijuk. "Anak-anak mulai panik. Namun kami belum tahu persis penyebabnya. Hanya dugaan kami karena mercon," kata Jhohannes.

Polisi, kata dia, tengah menyelidiki peristiwa ini. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Empat rumah adat ludes, sedangkan rumah tenun menyisakan rangka dan tiang. "Namun, warga menghilangkan puing-puing itu karena menurut adat setempat, untuk menghilangkan trauma."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top