Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama 2015, Jerman Tampung 1,1 Juta Orang Pencari Suaka

Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2015  |  10:35 WIB
Pengungsi dan para migran menanti untuk bisa diangkut bus menuju perbatasan Yunani dan Macedonia, (6/10/2015). - Reuters/Alkis Konstantinidis
Pengungsi dan para migran menanti untuk bisa diangkut bus menuju perbatasan Yunani dan Macedonia, (6/10/2015). - Reuters/Alkis Konstantinidis

Bisnis.com, BERLIN - Jerman menerima hampir 1,1 juta pencari suaka selama 2015, rekor baru sepanjang masa dengan jumlah lima kali lipat lebih banyak daripada tahun lalu, kata laporan harian "Saechsische Zeitung", Rabu (31/12/2015).

Kedatangan pencari suaka selama Desember diperkirakan mencapai 125.000 orang dengan 117.000 di antaranya terdaftar pada 29 Desember 2015.

Angka tersebut menjadikan jumlah pendatang 1,09 juta orang atau lima kali lipat lebih banyak daripada 2014, dengan 200.000 orang.

Kedatangan pada Desember itu menunjukkan perlambatan daripada November dengan 206.000 pencari suaka terdaftar, 181.000 orang pada Oktober, dan 164.000 lagi pada September.

Kanselir Jerman Angela Merkel mendapat pujian sekaligus kecaman atas keputusannya pada September, yang membuat Jerman memiliki rekor baru gelombang pengungsi, yang sekitar separuhnya berasal dari Suriah.

Saat dihadapkan dengan oposisi di kubu konservatif dan kekhawatiran tentang gelombang pengungsi lebih besar daripada 1% warga Jerman, yang kini berpenduduk 80 juta jiwa, Merkel berjanji melakukan langkah mengurangi pengungsi pada 2016.

Rencana Merkel melibatkan Uni Eropa dengan Turki untuk semakin meningkatkan perlindungan di perbatasan, memberlakukan keamanan tinggi di perbatasan luar 28 negara anggota Uni Eropa, dan meyakinkan negara anggota lainnya untuk lebih banyak menerima pengungsi, sejauh ini tidak berjalan sukses.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengungsi

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top