Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab PLN Pekanbaru Padamkan Listrik 6 Jam

PT PLN (Persero) Area Pekanbaru melakukan pemadaman arus listrik bergilir di wilayah kerjanya hingga maksimal 6 jam sejak Senin (7/12) kemarin.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 08 Desember 2015  |  17:37 WIB
Ini Penyebab PLN Pekanbaru Padamkan Listrik 6 Jam
/flickr.com

Kabar24.com, PEKANBARU – PT PLN (Persero) Area Pekanbaru melakukan pemadaman arus listrik bergilir di wilayah kerjanya hingga maksimal 6 jam sejak Senin (7/12) kemarin.

Kepala PLN Pekanbaru Agustian mengatakan langkah pemadaman ini harus dilakukan dalam rangka pemeliharaan jaringan dan penambahan unit travo listrik.

“Apalagi untuk daerah Panam itu, pemakaian listrik sangat tinggi dan bebannya besar, jadi perlu pemecahan atau pemerataan beban agar kualitas layanan listrik ke masyarakat semakin baik,” katanya kepada Bisnis, Selasa (8/12).

Agus mengatakan rencana pemeliharaan jaringan atau penyulang serta travo listrik ini sudah dijadwalkan sejak Agustus lalu.

Tetapi saat itu terjadi bencana kabut asap yang mengganggu aktifitas luar ruang dan juga terjadi defisit listrik sangat besar di wilayah Riau.

Bila PLN Pekanbaru tetap melakukan pemeliharaan dan penambahan travo saat itu, tentu masalah pemadaman listrik bergilir yang terjadi akan kian parah dan mengganggu aktifitas masyarakat.

“Saat kabut asap saja sudah defisit listrik, apalagi kalau kami lakukan pemeliharaan jaringan atau nambah travo, bisa-bisa padam total nanti listrik di Pekanbaru ini,” katanya.

Adapun pihaknya merencanakan pekerjaan pemeliharaan dan pemerataan jaringan, serta penambahan travo ini berlangsung hingga akhir Desember mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pln listrik pekanbaru pemadaman listrik mati listrik
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top