Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Megawati Soekarnoputri: Masih Ada Upaya Untuk Merobek-Robek NKRI

Presiden RI ke 5 yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan bahwa masih ada upaya untuk merobek-robek NKRI.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 07 Desember 2015  |  10:44 WIB
Megawati Soekarnoputri: Masih Ada Upaya Untuk Merobek-Robek NKRI
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden RI ke 5 yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan bahwa masih ada upaya untuk merobek-robek NKRI.

Hal itu dikatakan Megawati saat menjadi pembicara setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla tampil memberikan pidato pada Simposium Kebangsaan, Senin (7/12/2015).

Lebih jauh Megawati mengingatkan bahwa NKR adalah harga mati.

Mengutip pernyataan Bung Karno, Megawati menyebutkan "sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang merupakan negara kepulauan terbesar tidak ada dunia, jadi kalau tidak kesatuan itukan terasa memaksakan persatuan."

Lebih jauh, Megawati menyebutkan Indonesia telah mengalami revisi Undang Undang Dasar sampai 4 kali. Padahal, lanjutnya, revisi di Amerika Serikat yang sudah merdeka 200-an tahun saja revisi baru 2-3 kali saja.

Namun, kata Megawati, amandemen “Kalau kita baca sekarang sebenarnya itu hanya memperpanjangan kalimat,” ujarnya menyebut UUD hasil amendemen dengan UUD sebelum amendemen.

Lebih jauh Megawati menyebutkan,” UUD ada turunannya, setelah itu kita mengamandemen, itu pun ada bentuk perundangannya. Antara perundangan sistem UUD yang dulu dengan sistem perundangan setelah UUD amandemen pernahkah disandingkan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

megawati soekarnoputri

Sumber : TVRI/TV Parlemen

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top