Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbaikan Tata Kelola di Batam, Bintan, dan Karimun Akan Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan percepatan perbaikan tata kelola di Batam, Bintan, dan Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 04 Desember 2015  |  16:48 WIB

Kabar24.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan percepatan perbaikan tata kelola di Batam, Bintan, dan Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone.

Dalam rapat kabinet terbatas, Presiden Jokowi mengatakan perlu langkah perbaikan yang frontal untuk memperbaiki tata kelola dan kelembagaan di kawasan perdagangan bebas. Dengan begitu, akan semakin banyak investor yang masuk ke dalam negeri untuk mengembangkan usahanya.

“Memang perlu langkah perbaikan yang frontal, sehingga kelembagaan, tata kelola, dan kinerja di kawasan perdagangan bebas dapat benar-benar segara dilakukan,” katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (4/12).

Presiden menuturkan perbaikan tata kelola di kawasan perdagangan bebas dilakukan agar tidak bertabrakan dengan badan pengusahaan kawasan dan pemerintah daerah dalam hal penanganan perizinan untuk investasi.

Menurutnya, pemerintah juga akan memberi perhatian khusus kepada badan pengelola kawasan, agar tidak lagi ada hambatan dalam proses investasi. Dia pun berharap agar segera ada keputusan mengenai langkah-langkah perbaikan tersebut.

“Saya kira harus beri perhatian khusus ke badan pengelola kawasan plus di Sabang, Batam, Bintan, dan Karimun, sehingga investasi dapat masuk ke sana,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana untuk membuka kantor khusus di Batam, Bintan, serta Karimun yang menangani persoalan di kawasan perdagangan bebas agar dapat menyelesaikan persoalan regulasi dan kewenangannya.

Selama ini, ketiga kawasan tersebut menjadi tujuan utama investor asal Singapura untuk mengembangkan usahanya, karena lokasinya yang relatif dekat dengan negara tersebut. Akan tetapi, rumitnya perizinan dan regulasi investasi dalam negeri dianggap menghambat alur investasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam free trade zone karimun bintan jokowi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top