Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tokyu Tak Kecewa Beli Lahan Kosong di BSD

Tokyu Land Indonesia tak kecewa memilih membangun proyek kondominium Branz berisi delapan menara di BSD City Tangerang.n
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 26 November 2015  |  18:03 WIB
Tokyu Tak Kecewa Beli Lahan Kosong di BSD
Bagikan

Bisnis.com, TANGERANG—Tokyu Land Indonesia tak kecewa memilih membangun proyek kondominium Branz berisi delapan menara di BSD City Tangerang.

Direktur Tokyu Land Indonesia Tai Horikawa mengatakan saat pertama membeli lahan di BSD, di sekitar lokasi yang dipilih perusahaan masih kosong, belum terbangun sentral bisnis apapun.

“Tapi Sinarmas [pengembang BSD] membuktikan perkembangan BSD berjalan terencana. Sekarang sudah ada Mall Aeon dan Indonesia Convention Exhibition, perkantoran, serta kampus,” ucapnya, di Tangerang, Kamis (26/11/2015).

Pengembangan tahap pertama Branz mencakup tiga tower yang mencakup 1256 unit kondominium. Proyek ini sekarang sedang memasuki fase konstruksi dan ditargetkan rampung apda 2018.

Tokyu Land menggelontorkan investasi US$100 juta untuk mengerjakan tiga menara tersebut. Total investasi kelak mencapai US$300 juta meliputi delapan menara di area seluas 5,3 hektare.

Walaupun properti hunian vertikal semakin naik daun tetapi pasar terpopuler di Indonesia tetap segmen hunian tapak. Tokyu Land sendiri mengaku akan terus memantau respon pasar terhadap hunian vertikal. Perusahaan Jepang ini tetap percaya diri bermain di segmen apartemen strata atau kondominium.

Kilas balik bisnis propertinya pada tahun ini, Horikawa mengemukakan pendapatan senada dengan pengembang lain, yakni pasar melambat. Adapun untuk 2016, Tokyu Land melihat tampaknya belum ada perbaikan berarti.

Kondisi tersebut terpengaruh perlambatan ekonomi yang terimbas perlambatan ekonomi China dan Amerika Serikat. “Sementara pemerintahan Jokowi baru dua tahun sehingga masih meraba kebijakan ke depan akan bagaimana,” ujar Horikawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsd
Editor : Bastanul Siregar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top