Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belanja Obat Ritel AS 2 Kali Lipat

Belanja yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk obat-obatan ritel mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan negara-negara OECD, walaupun pertumbuhan belanja untuk kesehatan melambat di negara itu
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 08 November 2015  |  06:48 WIB
Ilustrasi - Livescience
Ilustrasi - Livescience
Kabar24.com, JAKARTA --Belanja  yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk obat-obatan ritel mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan negara-negara OECD, walaupun pertumbuhan belanja untuk kesehatan melambat di negara itu.
 
Hal itu dipaparkan dalam laporan terbaru OECD, Health at a Glance 2015, yang menunjukkan bagaimana pengeluaran farmasi di negara itu mencapai US$1.026 per kapita pada 2013. Nilai itu jauh melampaui Kanada (US$713) dan rata-rata negara OECD lainnya (US$515). 
 
"Secara keseluruhan pengeluaran terkait dengan kesehatan untuk AS adalah US$8.713 dibandingkan dengan Kanada US$4.531 dan rata-rata OECD US$3.453," demikian laporan itu yang dikutip Bisnis.com, Minggu (8/11/2015).
 
Walaupun demikian, laporan itu juga memaparkan pertumbuhan pengeluaran untuk kesehatan  telah melambat dalam beberapa tahun terakhir di AS. Pengeluaran di negara itu hanya tumbuh 1,5% antara 2009-2013. 
 
Di Kanada, pengeluaran itu hanya tumbuh 0.3% dalam kurun waktu serupa. Namun, proliferasi obat-obatan khusus yang mahal, akan menjadi pendorong utama belanja kesehatan dalam waktu-waktu mendatang.
 
Laporan itu memaparkan AS memiliki kinerja yang baik dalam perawatan akut bagi orang dengan serangan jantung atau stroke dan mencegah mereka dari kematian. Tetapi, tidak memiliki kinerja yang baik terkait dengan penerimaan rumah sakit pada orang-orang yang terkena asma dan diabetes.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat obat
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top