Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah India Minta Indonesia Deportasi Buron Chhota Rajan

Pemerintah India meminta Indonesia melakukan deportasi atau pemulangan warga negaranya yang menjadi buronan kelas kakap Rajendra Sadashiv kembali ke India.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 02 November 2015  |  16:55 WIB
Pemerintah India Minta Indonesia Deportasi Buron Chhota Rajan
Warga India yang menjadi buronan negaranya, Rajendra Sadashiv Nikalje (tengah) digiring polisi saat diperiksa di Mapolda Bali, Denpasar, Senin (2/11/2015). Warga India yang juga bernama Chhota Rajan itu ditangkap di Bali karena diduga terkait sejumlah kriminalitas di negaranya dan masih menunggu tindak lanjut pemerintah India dalam upaya pemulangan warganya tersebut. - ANTARA

Kabar24.com, JAKARTA - Pemerintah India meminta Indonesia melakukan deportasi atau pemulangan warga negaranya yang menjadi buronan kelas kakap Rajendra Sadashiv kembali ke India.

"Deportasi [pemulangan] warga [India] termasuk pelaku kriminal berat adalah hal yang menjadi perhatian serius pemerintah kami,"ujarnya usai mengunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Senin(2/11/2015).

Rajendra Sadashiv Nikalje atau lebih dikenal dengan Chhota Rajan merupakan pria asal India yang menjadi buronan kasus pembunuh puluhan wanita sejak 1994.

Pada Oktober 2015, Rajendra akhirnya berhasil ditangkap Tim Gabungan Kepolisian di Bali. Pria berusia 56 tahun itu dibekuk sesaat setelah tiba di Bandara Ngurah Rai.

Dia merupakan buronan atas kasus pembunuhan terhadap 15 wanita di India. Tersangka kabur dari India dan tinggal di Australia. Oleh karena terlacak, dia meninggalkan Negeri Kangguru dan berangkat dari Sydney menumpang pesawat maskapai Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film india Chhota Rajan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top