Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Suriah: Amerika Akhirnya Mau Kerjasama dengan Rusia

Amerika Serikat akhirnya bersedia bekerja sama dengan Iran dan Rusia untuk menangani perang sipil di Suriah. Namun, Presiden AS Barack Obama menolak untuk bekerja di bawah pimpinan Bashar al-Assad.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 29 September 2015  |  12:26 WIB
Ilustrasi: Pemberontak  Suriah anti Rezim Bashar Assad - Reuters
Ilustrasi: Pemberontak Suriah anti Rezim Bashar Assad - Reuters

Kabar24.com, New York - Amerika Serikat akhirnya bersedia bekerja sama dengan Iran dan Rusia untuk menangani perang sipil di Suriah. Namun, Presiden AS Barack Obama menolak untuk bekerja di bawah pimpinan Bashar al-Assad.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Majelis Umum PBB. Obama mengatakan Assad merupakan sumber dari perang sipil yang setidaknya telah menewaskan 200.000 jiwa dan jutaan lainnya mengungsi.

"Amerika Serikat siap untuk bekerja dengan negara manapun, termasuk Rusia dan Iran untuk menyelesaikan konflik," kata Obama, dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2015).

"Tapi kami harus mengakui bahwa tidak mungkin kembali ke status quo setelah begitu banyak pertumpahan darah dan pembantaian," tambahnya.

Dalam menyuarakan keinginannya untuk bekerjasama dengan Iran dan Rusia, Obama secara terbuka mengakui pengaruh mereka di Suriah. Iran dan Rusia merupakan negara pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krisis suriah

Sumber : Reuters

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top