Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BULAN MERAH DARAH (28/9): Benarkah Kiamat?

Juru bicara Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jerry Sumampouw mengatakan fenomena blood moon tetrad atau bulan merah darah tidak ada kaitannya dengan hari kiamat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2015  |  06:28 WIB
Gerhana bulan total - express.co.uk
Gerhana bulan total - express.co.uk

Kabar24.com, JAKARTA-- Juru bicara Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Jerry Sumampouw mengatakan fenomena blood moon tetrad atau bulan merah darah tidak ada kaitannya dengan hari kiamat.

SIMAK: Foto-foto Bulan Merah Darah di Berbagai Negara

Menurut Jerry, fenomena alam memang kerap kali dapat menjadi peringatan akan sesuatu, tapi itu bukan petunjuk hari akhir.

SIMAK: BULAN MERAH DARAH (28/9): Ini Penyebab Tak Tampak di Indonesia

Jerry mengatakan tidak ada yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi.

SIMAK:  Objek Wisata Kampung Cempluk Festival di Malang

"Kiamat itu misteri," katanya, Minggu (27/9/2015).

Tugas manusia hanya mempersiapkan diri mengadapi kiamat. Berani sesumbar memprediksi waktu kiamat, menurut Jerry, sudah bertentangan dengan ajaran agama.

SIMAK: Tak Nafkahi Istri-Anak, Krisna Mukti Disidang MK DPR

Kiamat, katanya, merupakan rahasia Tuhan yang hingga saat ini tak dapat diketahui kapan akan terjadi. Oleh sebab itu, umat Kristen tak perlu panik dengan adanya peristiwa blood moon.

"Gereja-gereja PGI tak pernah meributkan dan mengaitkan adanya fenomena blood moon dengan datangnya kiamat."

Jerry menegaskan, kelompok Kristen yang mengaitkan blood moon dengan hari kiamat sudah menafsirkan ayat Alkitab secara sederhana. Gereja-gereja PGI melihat blood moon sebagai fenomena alam biasa yang tidak ada hubungan dengan kiamat.

"Selama ini gerhana bulan total sudah pernah terjadi, tapi tidak kiamat."

Penafsiran

Padahal, ujar Jerry, penafsiran ayat-ayat dalam Alkitab harus disesuaikan dengan kapan, di mana, serta konteks sosial saat ayat-ayat tersebut diturunkan.

"Penafsiran ayat-ayat Alkitab tak bisa sesederhana itu, mengaitkan fenomena alam dengan ayat-ayat Alkitab," ucap Jerry.

Blood moon tetrad merupakan gerhana bulan total yang terjadi sebanyak empat kali berturut-turut. Gerhana itu mengakibatkan bulan berwarna merah selama gerhana berlangsung.

Moon tetrad terjadi pada 15 April 2015, 8 Oktober 2014, dan 4 April 2015. Terakhir, diperkirakan terjadi pada Senin (28/9/2015).

Sejumlah pihak mengaitkan blood moon dengan kiamat berdasarkan anggapan fenomena blood moon sudah tertulis dalam Alkitab. Selain itu, seri blood moon kali ini berturut-turut terjadi pada hari perayaan umat Yahudi. Beberapa pihak menganggap peristiwa tersebut pertanda kiamat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gerhana Bulan Total

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top