Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pernah Mimpi Jatuh dari Ketinggian? Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda bermimpi seolah-olah jatuh terpeleset dari ketinggian saat tidur dan terhenyak? Apakah penyebabnya? Saat tertidur, kita mengalami berbagai tahap, kata Professor Gaby Badre, seorang pakar tidur dari The London Clinic pada The Daily Mail.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 September 2015  |  19:28 WIB
Ilustrasi - Thelinenfactory
Ilustrasi - Thelinenfactory

Bisnis.com, JAKARTA--Pernahkah Anda bermimpi seolah-olah jatuh terpeleset dari ketinggian saat tidur dan terhenyak? Apakah penyebabnya? Saat tertidur, kita mengalami berbagai tahap, kata Professor Gaby Badre, seorang pakar tidur dari The London Clinic pada The Daily Mail.

Tahapannya, biasanya awalnya kita tidur-tidur ayam lalu berubah menjadi lelap dan setelah 45 hingga 60 menit gerakan mata cepat atau "rapid eye movement" (REM) pun dimulai. Itu adalah saat di mana Anda mengalami mimpi, dan pada tahap ini, otot akan menjadi lumpuh (itu sebabnya kita tidak akan bergerak secara fisik saat bermimpi seperti berteriak).

Namun, dalam keadaan stress, terlalu lelah atau jam tidur tidak teratur dapat mengganggu siklus tidur tersebut, membuat Anda masuk ke kondisi REM lebih cepat dari pada biasanya dan lebih awal dari apa yang sudah dipersiapkan tubuh. Itulah sebabnya, Anda mengalami gambaran yang jelas dan bermimpi tapi karena otot-otot belum sepenuhnya rileks, Anda akan berkedut dan menghentak seolah-olah sedang bergerak. Kontraksi tiba-tiba itu disebut "hypnic myoclonia".

"Orang-orang khawatir tentang hal ini, tapi sebenarnya ini normal kok," kata profesor Gaby. "Yang paling baik dilakukan adalah mengadopsi pola tidur teratur." Mengapa kita cuma ingat beberapa mimpi saja? Kita cenderung mengingat mimpi-mimpi jika tidur terganggu. Saat kita tertidur, kita bergerak dari tahap tidur non-mimpi ke tidur dengan mimpi dalam satu set siklus-setiap siklus penuh berdurasi sekitar 90 menit, kata konsultan ahli saraf Dr Kirstie Anderson.

Dalam paruh pertama malam, kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk tertidur pulas, tidur tanpa mimpi. Paruh malam kedua, kita akan mengalami tahap tidur REM. Anda nyaris mendekati kesadaran pada tahap tidur REM dan jika Anda bangun selama tahap ono maka Anda akan mengingat mimpi dengan baik, kata Dr Kristie.

"Otak Anda sangat aktif selama tahap tidur REM-seaktif saat Anda bangun. Apa yang membuat mimpi semakin bisa diingat adalah jika hal itu berkaitan dengan emosi kuat, itulah sebabnya mengapa kita cenderung mengingat mimpi buruk," katanya. Alkohol dan beberapa jenis obat bisa membuat kita mengingat mimpi lebih baik, karena mereka mengganggu tidur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makna mimpi

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top