Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lulusan SMK Belum Mampu Bersaing di Dunia Kerja

Kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia belum mampu bersaing dalam dunia kerja.Idealnya pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) menyiapkan siswanya untuk bersaing di dunia kerja. Namun pada kenyataannya, SMK swasta khususnya, masih belum dapat meluluskan siswa yang berkualitas dan mampu bekerja di industri.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 25 September 2015  |  11:31 WIB
Siswa merangkai alat penghemat bahan bakar untuk sepeda motor dalam Gelar Teknologi Sekolah Menengah Kejuruan 2015 di Denpasar, Bali, Jumat (8/5). - Antara/Nyoman Budhiana
Siswa merangkai alat penghemat bahan bakar untuk sepeda motor dalam Gelar Teknologi Sekolah Menengah Kejuruan 2015 di Denpasar, Bali, Jumat (8/5). - Antara/Nyoman Budhiana

Kabar24.com, JAKARTA – Kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia belum mampu bersaing dalam dunia kerja.

Idealnya pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) menyiapkan siswanya untuk bersaing di dunia kerja. Namun pada kenyataannya, SMK swasta khususnya, masih belum dapat meluluskan siswa yang berkualitas dan mampu bekerja di industri.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemdikbud) Hamid Muhammad mengatakan, banyak SMK swasta yang latah menerapkan kurikulum.

“Banyak program tersedia di SMK hanya karena pengelola sekolahnya latah. Jadi jurusan listrik hanya belajar sejarah dan semua teori listrik. Tidak ada praktiknya," ujar Hamid dalam diskusi pendidikan di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Padahal, lanjut Hamid, masyarakat memiliki harapan besar pada lulusan SMK. Namun dengan banyaknya SMK swasta yang belum memenuhi standar justru menurunkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja.

"Kalau begitu tidak ada gunanya menambah banyak SMK, karena kita prediksi lulusannya banyak yang menganggur dan tidak memiliki skill," ujarnya.

Hamid menambahkan, banyak pengangguran berasal dari lulusan SMK karena minimnya keterampilan yang mereka miliki. Seharusnya, sekolah berkewajiban menyiapkan siswa dengan berbagai skill yang membantu mereka bersaing di dunia kerja.

"Jadi sebaiknya orangtua juga mencari tahu dulu informasi tentang sekolah yang akan dimasuki anaknya. Pilih SMK yang memang menjanjikan pekerjaan dan memiliki mitra yang jelas," pungkasnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smk
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top