Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Skandal Emisi VW Pengaruhi Dunia Otomotif di Negara Lain

Bagaikan penyakit menular, isu skandal emisi yang menimpa Volkswagen di Amerika Serikat menyebar dan berpengaruh besar terhadap dunia otomotif di belahan dunia lain seperti di Mexico, Jepang, Ceko dan Korea Selatan
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 25 September 2015  |  09:48 WIB
volkswagen.  - volkswagen
volkswagen. - volkswagen

Bisnis.com, JAKARTA— Bagaikan penyakit menular, isu skandal emisi yang menimpa Volkswagen di Amerika Serikat menyebar  dan berpengaruh besar terhadap dunia otomotif di belahan dunia lain seperti di Mexico, Jepang, Ceko dan Korea Selatan.

Sebelumnya, pada pekan lalu pabrikan asal Jerman tersebut menghadapi tuntutan denda hingga US$18 miliar setelah dituduh mendesain perangkat lunak untuk kendaraan disel, yang dapat mengecoh regulator di Amerika Serikat (AS) dalam pengukuran kandungan emisi gas berbahaya.

Pihak berwenang di AS yang disebut Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan, mobil yang terkena skandal tersebut menggunakan perangkat lunak yang bisa mematikan kontrol emisi ketika dikendarai secara normal dan kembali berfungsi ketika sedang menjalani uji emisi.

Di sisi lain, diperkirakan ada sekitar 11 juta unit mobil yang terjual di seluruh dunia, yang berpotensi terkena dampak skandal emisi karena menggunakan mesin Type EA 189. Pihak Volkswagen (VW) memang belum menyatakan secara resmi persebaran dari jumlah tersebut, namun diduga 10 juta unit tersebar di Eropa.

Sementara itu, terkait sekandal tersebut Menteri Lingkungan Hidup Meksiko Rafael Pacchiano menyatakan selama ini VW telah memenuhi standar emisi.  Akan tetapi pihaknya akan tetap  bertindak jika menemukan ‘anomali’ pada Volkswagen yang mengaspal di negaranya.

“Kami berharap untuk memiliki hasil dari review emisi kendaraan Volkswagen di hari-hari yang akan datang. Tahun lalu VW menjual sekitar 9.000 unit dengan mesin disel di Meksiko,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (24/9).

Pacchiano juga mengatakan bahwa Jaksa Federal untuk Perlindungan Lingkungan yang dikenal sebagai Profepa, sedang mengkaji catatan emisi dari model VW Jetta dan VW Golf buatan 2009 ke atas. Kedua model itu memang merupakan mobil yang terkait masalah emisi tersebut.

Karena skandal itu di Jepang VW bahkan harus mempertimbangkan kembali rencananya untuk memperkenalkan mobil bermesin disel untuk pertama kalinya awal tahun depan. Padahal, di negeri Matahari Terbit itu VW telah menjadi merek asing paling populer selama 15 tahun terakhir.

Skandal emisi mesin disel VW pun bahkan ikut mempengaruhi terjunnya saham pabrikan asli Jepang yang terjun di mesin disel.  Saham Mazda jatuh 6,8%, Honda Motor Co turun 3 % dan Nissan Motor Co turun 2,5% serta Toyota Motor Corp anjlok 1,9%.

Pembuat mobil Jepang tersebut memang telah berinvestasi dalam teknologi disel untuk bersaing dengan rival mereka di Eropa. Mazda menawarkan pilihan mesin disel di SUV CX-5, Mazda2, Mazda3 dan Mazda6.

Honda menjual s Civic dan CR-V disel di Eropa, dan Nissan sedang mempersiapkan pengiriman pikap Titan dengan mesin disel ke AS. Sedangkan Toyota telah lama memperkenalkan hybrid mesin disel turbo baru untuk model pikap Hilux dan Land Cruiser Prado.

Sementara itu Kementerian Perhubungan Republik Ceko menggandeng pembuat mobil VW untuk mengetahui berapa banyak kendaraan yang dipengaruhi oleh skandal tes emisi tersebut di sana. Pihak yang diajak kerjasama itu adalah prinsipal VW di Jerman serta VW Inggris, di mana mobil VW untuk Ceko diuji.

“Kami siap memanggil pemilik kendaraan yang terkena untuk pemeriksaan gratis dan perbaikan,” kata Menteri Perhubungan Republik Ceko Dan Tok.

Pihak berwenang di Korea Selatan pun tak ketinggalan akan menyelidiki produk pabrikan Jerman tersebut yang mengaspal di Negeri Ginseng. Wakil Direktur Kementerian Lingkungan Korea Selatan Taman Pan-kyu mengatakan, pihaknya akan memeriksa mobil yang diproduksi pada tahun 2014 dan 2015.

Pemeriksaan akan dilakukan terhadap Volkswagen ataupun Audi yang berbahan bakar disel seperti VW Jetta, VW Golf dan Audi A3 karena kedua merek itu berada dalam satu induk usaha. "Jika pemerintah Korea Selatan menemukan masalah di mobil disel VW, penyelidikan dapat diperluas untuk semua mobil disel asal Jerman," katanya.

Karena kasus itu, penjualan mobil asal Jerman di Korea Selatan diperkirakan sedikit tertahan setelah melonjak sejak 2011 karena kesepakatan perdagangan bebas. Padahal,merujuk data bea cukai Korea Selatan, impor kendaraan dari Jerman naik 18,2% menjadi senilai US$4,5 miliar pada delapan bulan pertama tahun ini.

Pada periode yang sama, Volkswagen dan Audi menyumbang 28,2% dari semua mobil asing yang dijual di Negeri Ginseng. Analis Korea Investment and Securities Suh Sung-moon mengatakan, karena kasus ini merek lokal seperti Hyundai dan Kia Motors akan diuntungkan. "Konsumen Korea Selatan sangat sensitif terhadap berita, dan berita emisi ini akan berdampak pada pasar impor," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif

Sumber : Reuters

Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top