MAHFUD MD: Kompaklah Indonesia, Jangan Saling Menyalahkan

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan Bangsa Indonesia harus kompak, bersatu dalam jalinan kerja sama dan perjuangan yang sinergis serta tidak saling menyalahkan saat menghadapi persoalan yang dihadapi saat ini.
Martin Sihombing | 24 September 2015 12:54 WIB
Mahfud MD. - Antara

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan Bangsa Indonesia harus kompak, bersatu dalam jalinan kerja sama dan perjuangan yang sinergis serta tidak saling menyalahkan saat menghadapi persoalan yang dihadapi saat ini.

"Seluruh warga Indonesia yang menduduki jabatan di pemerintahan maupun yang bergerak di dalam masyarakat harus saling mendukung," ucap Mahfud dalam khutbah Idul Adha di KBRI Kuala Lumpur, Kamis, yang dihadiri sekitar 2.000 Warga Negara Indonesia di Malaysia.

Selain itu, sesama warga Indonesia juga saling mempercayai tanpa menutup pintu untuk saling mengoreksi dengan santun.

"Warga Indonesia juga harus siap menghadapi berbagai persoalan dengan semangat menjawab ujian-ujian yang niscaya dihadapi oleh setiap bangsa," katanya.

Untuk itu, warga Indonesia harus siap bekerja keras dalam menempuh perjuangan yang seberat apapun dan siap pula berkorban demi mencapai keberhasilan karena sukses harus dibayar dengan perjuangan dan pengorbanan.

Ia menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh Indonesia sekarang harus diselesaikan dengan cara-cara Nabi Ibrahim, yaitu selalu bertaqqaruf dan meminta kepada Allah.

"Seluruh langkah-langkah yang digali dari sejarah Nabi Ibrahim merupakan bagian dari ibadah kita kepada pencipta alam semesta untuk membangun Indonesia sebagai negara yang berjalan baik di bawah ampunan dan bimbinganNya." kata dia.

Mahfud mengingatkan situasi Bangsa Indonesia yang sedang dihadapkan dengan berbagai ujian dan musibah perlu disikapi dengan ketahanan iman dan tekad kuat untuk tetap melaksanakan perintah Allah.

"Situasi ekonomi yang ditandai dengan merosotnya nilai rupiah, maraknya pelanggaran hukum, meluasnya kejahatan narkoba dan kriminalitas lainnya, merupakan ujian nyata yang harus dihadapi dengan keteguhan iman dan taqarrub kepada Allah," katanya.

Idul Adha merupakan momentum yang tepat untuk menyembelih atau membuang sifat-sifat kebinatangan (hewani) seperti sifat angkuh, tidak peduli dengan peraturan, sewenang-wenang dan hedonis.

Usai menjadi khotib, Mahfud juga berkesempatan menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Sebanyak 9 sapi kurban dari masyarakat Indonesia di Kuala Lumpur disembelih untuk kemudian dibagikan kepada siswa-siswi SIKL yang kurang mampu di beberapa permukiman TKI di Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno mengatakan, momentum Idul Adha juga bermakna penting untuk mendekatkan jalinan silaturahim dan menguatkan keberpihakan masyarakat kepada golongan yang kurang beruntung.

Sumber : ANTARA

Tag : mahfud md
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top