Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS MIGRAN: Menteri Uni Eropa Sepakat Distribusi Kuota Migran

Para Menteri Dalam Negeri Uni Eropa telah menyetujui untuk merelokasi 120.000 migran yang masuk ke Eropa meskipun mendapat pertentangan dari sejumlah negara.
Novie Isnanda Pratama
Novie Isnanda Pratama - Bisnis.com 23 September 2015  |  14:22 WIB
Migran.  - Reuters
Migran. - Reuters

Kabar24.com, BELGIA - Para Menteri Dalam Negeri Uni Eropa telah menyetujui untuk merelokasi 120.000 migran yang masuk ke Eropa meskipun mendapat pertentangan dari sejumlah negara.

Hal tersebut disetujui dalam pertemuan Uni Eropa yang digelar di Brussels, Belgia, Rabu (23/9/2015).

Seperti dilansir dari BBC Rabu (23/9/2015), sejumlah negara seperti Rumania, Ceko, Slowakia, dan Hongaria menolak untuk menerima kuota wajib.

Perdana Meneteri Slowakia juga mengatakan bahwa negerinya tidak akan menerima kuota baru yang ditetapkan Uni Eropa.

Sementara itu, Finlandia melakukan abstain saat pemungutan suara dan Polandia juga menentang atas peraturan baru tersebut.

Menurut laporan BBC, hal tersebut sangat tidak biasa dilakukan oleh Uni Eropa yang menghasilkan keputusan dari suara mayoritas, bukan dari keputusan yang bulat.

Namun, peraturan tersebut kini telah diratifikasi oleh para pemimpin Eropa.

Sebelumnya, Pemerintah Ceko memperingatkan bahwa rencana tersebut tidak mungkin bisa direalisasikan meski telah disepakati sekalipun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imigran gelap

Sumber : BBC

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top