Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ENERGI ALTERNATIF: Sudah Diteliti, Jabar Perlu Kembangkan Tanaman Kemiri Sunan

Kemiri sunan dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif dengan Bahan Bakar Nabati (BBN).
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 22 September 2015  |  06:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Jawa Barat diminta memacu tanaman kemiri sunan untuk menghasilkan energi biodisel yang saat ini semakin menyusut.

Pengamat perkebunan Jabar Iyus Supriyatna mengatakan selama ini tanaman kemiri sunan belum banyak dikembangkan di Jabar. Padahal, penelitian tanaman tersebut telah dilakukan sejak 2004.

Dia mengatakan kemiri sunan dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif dengan Bahan Bakar Nabati (BBN).

"Kemiri sunan ini bisa dikembangkan di Jabar sebagai penghasil biodisel sebagai cadangan minyak baru," ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (21/9/2015).

Dia menjelaskan, kawasan hijauan perkebunan di Jabar yang saat ini baru mencapai 20% bisa ditanami kemiri sunan. Pasalnya, dalam aturan kawasan hijauan di Jabar minimal harus mencapai 42%.

Dia  mengatakan kemiri sunan dapat ditanam dilahan kritis nonproduktif dan submarginal. Kemiri sunan juga menghasil potensi energy per hektare lebih tinggi, usia mencapai 100 tahun dan bisa menerima tanaman tumpangsari. Bahkan daun kemiri sunan bisa menyuburkan tanah dan relatif lebih banyak menyerap karbondioksida.

"Syarat tumbuh kemiri sunan di atas lahan pada dataran rendah-ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Ini sangat cocok untuk wilayah di Jabar terutama kawasan miring sebagai daerah resapan air," ujarnya.

Kemiri sunan sudah bisa berproduksi mulai usia 4 tahun, dan akan terus berproduksi hingga usia 75 tahun.

Selain bermanfaat untuk menghasilkan biodisel, katanya, peningkatan ekonomi kerakyatan masyarakat melalui koperasi, proses, dan hasil produksi kemiri sunan langsung bisa dimanfaatkan oleh mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi perkebunan
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top