Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Bangun Kantor Mewah

Kepala daerah akan mendapatkan banyak suntikan dana berlipat ganda melalui transfer daerah, serta dana desa pada tahun depan.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 22 September 2015  |  06:27 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh (ketiga kiri) didampingi Ketua Bapilu Partai NasDem Enggartiasto Lukito (keempat kiri) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Jan Darmadi (kiri) dalam Rakernas NasDem : Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2015, di Balai Sidang Jakarta, Jakarta, Senin (21/9).  - Antara
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh (ketiga kiri) didampingi Ketua Bapilu Partai NasDem Enggartiasto Lukito (keempat kiri) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Jan Darmadi (kiri) dalam Rakernas NasDem : Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2015, di Balai Sidang Jakarta, Jakarta, Senin (21/9). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Kepala daerah akan mendapatkan banyak suntikan dana berlipat ganda melalui transfer daerah, serta dana desa pada tahun depan. 

Diharapkan dana pemerintah pusat digunakan untuk kegiatan pembangunan berbasis masyarakat. Pemerintah pusat sudah memulai dengan pembangunan infrastruktur bendungan, waduk, irigasi dan sebagainya. 

"Oleh sebab itu nantinya bapak ibu jadi pimpinan daerah, konsentrasikan yang namanya irigasi sawah, pemeliharaan waduk dan irigasi. Jangan lagi buat kantor bupati, kantor wali kota, kantor gubernur yang mewah," kata Presiden  Joko Widodo (Jokowi ) dalam acara Pembukaan Rakernas Partai Nasdem di Jakarta, Senin (21/9/2015) malam. 

Jokowi yang sudah berpengalaman menjadi wali kota dan Gubernur DKI Jakarta berpesan agar kepala daerah bekerja fokus mengerjakan program prioritas. Kalau bisa fokus pada satu atau dua pekerjaan sampai rampung.  

"Kalau bisa fokus satu sampai dua tapi barangnya jadi. Kalau semua dikerjakan enggak ada yang jadi nasi, jadi bubur semua," ujarnya. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top