Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMADAMAN KARHUTLA: BNPB Rogoh US$6.000/Jam Sewa 1 Helikopter

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merogoh US$6.000 untuk menyewa satu unit helikopter untuk operasi pemadaman kebakaran lahan dan hutan dengan metode water bombing.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 22 September 2015  |  00:59 WIB
Ilustrasi-Pemadaman kebakaran hutan - Antara/FB Anggoro
Ilustrasi-Pemadaman kebakaran hutan - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merogoh US$6.000  per jam untuk menyewa satu unit helikopter untuk operasi pemadaman kebakaran lahan dan hutan dengan metode water bombing.

Willem Rampangilei, Kepala BNPB, mengatakan di tengah upaya pemadaman titik panas di Riau, ditemukan sejumlah titik kebakaran yang baru. Selain itu, tim pemadam juga mengalami kendala sulitnya menjinakkan api yang membakar kawasan gambut.

"Di gambut kalau saat pemadaman airnya kurang, asapnya besar dan apinya bisa hidup lagi," kata Willem di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (21/9/2015). 

Tim yang dipimpin BNPB, lanjutnya, memaksimalkan hujan buatan atau TMC (teknologi modifikasi cuaca), pemadaman darat, water bombing untuk memadamkan titik api di 6 provinsi, yang meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. 

Anggaran yang dialokasikan untuk menanggulangi bencana kebakaran lahan dan kabut asap di enam provinsi tersebut mencapai Rp385 miliar. 

"Untuk sewa helikopter untuk water bombing itu US$6.000 per jam. Kalau TMC kalau kita pakai pesawat TNI AU ya enggak bayar. Kalau heli kita sewa," ungkapnya.

Mayoritas anggaran BNPB juga terserap untuk mengerahan sumber daya manusia dari Manggala Agni, TNI/Polri, serta unsur Pemda untuk tim gabungan. Lebih dari 1.050 anggota TNI telah ikut dalam operasi pemadaman kebakaran lahan dan hutan. 

"Untuk Kalsel, saya minta panglima TNI siapkan 500 lagi. Jangan sampai ada kecelakaan dalam pemadaman," ucap Willem. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top