Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebakaran Hutan di Mamuju Mengancam Pemukiman Warga

Kebakaran Hutan di Mamuju Mengancam Pemukiman Warga
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 September 2015  |  03:03 WIB
Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan. - Ilustrasi
Titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan. - Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA- Hutan yang terbakar di Dese Takandengan Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mengancam pemukiman warga dan membuat sejumlah warga menjadi panik.

Pemantauan di Mamuju, Senin, hutan seluas satu hektare ludes dilalap api di pegunungan Desa Takandeang Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju.

Kebakaran itu membuat panik warga sekitar karena tampak mulai menjalar mendekati pemukiman warga.

"Saat ini jarak api dan pemukiman warga hanya sekitar 100 meter warga khawatir kalau api terus menjalar dapat mengancam pemukiman warga," kata Zul salah seorang warga.

Ia mengatakan, warga tidak bisa memadamkan api yang terus menjalar apalagi saat ini sedang musim kemarau air sulit didapatkan.

Menurut dia, kebakaran tersebut belum diketahui penyebabnya namun sebagian warga mengatakan, kebakaran hutan terjadi karean sedang kemarau api mudah membakar hutan.

"Belum diketahui penyebabnya namun kebakaran yang terjadi ini akibat kemarau panjang selama tiga bulan terakhir," katanya.

Ia berharap agar pemerintah memberikan bantuan memadamkan api yang membakar hutan tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran hutan

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top