Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi Pengadaan Lahan RSUD: Disidik 3 Tahun. Periksa 17 Tersangka. Eh...Kejati Sumut Hentikan Perkara

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Utara menghentikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan RSUD di Nias Selatan setelah penyidikan selama 3 tahun.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 20 September 2015  |  13:45 WIB
Ilustrasi korupsi - priestslife.org
Ilustrasi korupsi - priestslife.org

Kabar24.com, JAKARTA -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Utara menghentikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan RSUD di Nias Selatan setelah penyidikan selama 3 tahun.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sumut Novan Hadian dalam keterangan resminya. Dia menuturkan pihaknya telah menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dalam kasus yang sudah memiliki 17 tersangka tersebut.

"Selama proses penyidikan telah dilakukan berulang kali perhitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan [BPKP], namun tidak ditemukan adanya kerugian negara," kata Novan dalam situs Kejaksaan Agung, seperti dimonitor Bisnis.com, Minggu (20/9/2015)..

Dia menuturkan, baik BPKP maupun BPK menyatakan tidak ada kerugian negara dalam pengadaan lahan pembangunan tersebut. Menurut Novan, uang tersebut telah dikembalikan ke kas daerah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus korupsi yang dihentikan itu terkait dengan pengadaan dua persil tanah seluas 60.000 m2 untuk pembangunan Gedung RSUD Kabupaten Nisel. Ada dugaan penggelembungan harga dari Rp 40 ribu per meter menjadi Rp 250 ribu per meter, sehingga menimbulkan kerugian negera mencapai Rp7,58 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top