Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABUT ASAP: Malaysia Datangkan Pesawat Militer Jemput Mahasiswa untuk Mengungsi

Sebanyak 173 orang mahasiswa Malaysia yang berada di Riau diungsikan ke negara asalnya karena kabut asap.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 18 September 2015  |  15:39 WIB
Petugas Apron Movement Control (AMC) Bandara Sultan Thaha Jambi mengecek kondisi pesawat Susi Air jenis Caravan C.208B yang diparkir di landasan yang diselimuti kabut asap di Jambi, Kamis (3/9). - Antara
Petugas Apron Movement Control (AMC) Bandara Sultan Thaha Jambi mengecek kondisi pesawat Susi Air jenis Caravan C.208B yang diparkir di landasan yang diselimuti kabut asap di Jambi, Kamis (3/9). - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU-- Sebanyak 173 orang mahasiswa Malaysia yang berada di Riau diungsikan ke negara asalnya karena kabut asap.

Kepala Konsulat Malaysia di Pekanbaru Hardi Hamdi mengatakan seluruhnya akan dipulangkan, siang ini, Jumat (18/09/2015). Mereka akan dijemput dengan pesawat militer Malaysia yang terbang dari Bandara Subang Airport, Selangor, Malaysia. Pasalnya, pesawat komersil belum bisa terbang ke Pekanbaru.

"Saya masih menunggu jadwal kepastiannya. Mahasiswa akan diungsikan ke Malaysia, hari ini. Mereka diungsikan sampai jadwal yang belum ditentukan," katanya.

Hardi Hamdi mengatakan warga negara Malaysia di Riau berjumlah sekitar 400 orang, sekitar 300 orang di antaranya mahasiswa dan sisanya tenaga kerja serta pengusaha. Tidak sedikit dari warga Malaysia di Pekanbaru yang memilih pulang ke Malaysia, mengungsi karena kabut asap.

Dari pantauan Bisnis.com, warga-warga Malaysia itu sudah memadati Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menunggu kedatangan pesawat.

Syamsul mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau mengatakan pihak universitas lebih dulu memutuskan untuk libur. Sebelumnya, kabut asap mengganggu aktifitas belajar-mengajar di kampus.

"Kalau kondisinya begini, memang lebih baik kami kembali ke Malaysia saja, sampai kabut asapnya hilang," katanya.

Selain mengeluhkan tidak bisa melanjutkan pelajaran, mahasiswa itu juga mengeluh tidak bisa beraktifitas di luar ruangan, saat kabut asap ini. "Kalau weekend, biasanya kita jalan-jalan keluar. Tapi, karena kabut asap, lebih baik di asrama saja," sebutnya.

Hingga kini, Riau masih diselimuti kabut asap. Sejumlah alat indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan status 'Berbahaya'. Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menetapkan Riau Darurat Pencemaran Udara Kabut Asap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kabut Asap
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top