Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Profesor Pembunuh Profesor Akhirnya Bunuh Diri

Pencarian terhadap tersangka pembunuh seorang profesor di Mississippi berakhir karena yang bersangkutan bunuh diri ketika dikepung polisi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 September 2015  |  11:05 WIB
Profesor Pembunuh Profesor Akhirnya Bunuh Diri
Ilustrasi - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Pencarian terhadap tersangka pembunuh seorang profesor di Mississippi berakhir karena yang bersangkutan bunuh diri ketika dikepung polisi.

Sebelum bunuh diri, profesor geografi Shannon Lamb yang menjadi tersangka pembunuhan terhadap Ethan Schmidt, profesor sejarah di Delta State University tersebut mengatakan kepada polisi bahwa dirinya "tak ingin dijebloskan ke penjara".

Polisi juga menghubungkan Lamb, 45, dengan penembakan terhadap seorang perempuan di lokasi yang berjarak 480 kilometer dari tempat penembakan Shcmidt. Amy Prentiss, 41, tewas di rumah yang ditinggalinya bersama Lamb di Gautier, Mississippi.

Polisi mengatakan belum bisa menentukan alasan pembunuhan tersebut karena penyelidikan masih berlangsung. Pada konperensi pers kemarin, Selasa (15/9/2015), polisi di Gautier mengatakan aparat keamanan sebelumnya menghubungi Lamb lewat telepon lalu mengikuti mobilnya.

Namun setelah sang profesor menepikan kendaraannya, dia bukannya menyerah, malah berlari keluar dari mobil. Ketika polisi mengejarnya, mereka mendengar satu letusan tembakan dan menemukan Lamb telah tewas.

Shannon Lamb digambarkan sebagai orang yang mudah bergaul, dan sedang cuti untuk "alasan pribadi," kata Don Mitchell, seorang profesor bahasa Inggris kepada Fox News sebagimana dikutip BBC.co.uk, Rabu (16/9/2015).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bunuh diri profesor

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top