Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Pandjaitan: Pak Teten, It's Yours!

Secangkir teh menemani duduk santai Presiden Joko Widodo dengan sejumlah orang dekatnya di Istana Merdeka pada Selasa (1/9) petang. Salah satu orangnya adalah Teten Masduki.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 03 September 2015  |  19:06 WIB
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Staf Presiden Teten Masduki (kiri) usai pelantikan dirinya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9). Teten Masduki menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat Menko Polhukam. - Antara/Yudhi Mahatma
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Staf Presiden Teten Masduki (kiri) usai pelantikan dirinya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9). Teten Masduki menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat Menko Polhukam. - Antara/Yudhi Mahatma

Kabar24.com, JAKARTA--Secangkir teh menemani duduk santai Presiden Joko Widodo dengan sejumlah orang dekatnya di Istana Merdeka pada Selasa (1/9) petang.

Salah satu orang dekat yang menemani duduk santai Presiden adalah Teten Masduki. Petang itu, Teten masih menjabat sebagai anggota Tim Komunikasi Presiden.

Rehat sejenak sengaja disempatkan di pengujung hari yang cukup padat usai menggelar pertemuan dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde yang datang dari Washington D.C., Amerika Serikat.

Tidak ada ucapan Presiden Jokowi yang menyinggung pelantikan Kepala Staf Kepresidenan baru menggantikan Luhut Binsar Panjaitan yang telah dipercaya memimpin Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM sejak 12 Agutus 2015. Secuil kode pun tidak ada.

Rabu (2/9) pagi, tanpa firasat apa pun, Teten memulai harinya seperti biasa. Sekitar pukul 08:00 WIB, ponsel Teten berdering.

Telepon datang dari Menteri Sekretariat Negara Pratikno. Mantan Rektor UGM itu mengabarkan bahwa Teten akan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada pukul 09:00 WIB hari itu juga.

Setengah jam kemudian, Keputusan Presiden tentang pengangkatan Teten sebagai KSP ditandatangani.

Teten yang biasa mengenakan kemeja batik lengan panjang itu harus berganti pakaian dengan setelan jas hitam dan dasi merah untuk menghadiri upacara pelantikan dirinya sebagai KSP di Istana Negara.

Usai pelantikan, wajah Teten masih terkesan kaget, bingung, bercampur tidak percaya.

Sambil tersenyum, Teten menerima setiap ucapan selamat yang terlontar dari para pejabat negara dan orang-orang di lingkungan Istana.

"Jadi kemarin sore saya sedikit protes kepada Presiden, "Bapak gimana enggak kasih tahu, enggak ditanya saya siap atau tidak.", kata Teten dalam sambutan serah terima jabatan di Kantor KSP di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (3/9).

Merespons protes Teten, Presiden Jokowi hanya berujar santai. "Ya ganti tugas," ujar Teten menirukan Jokowi.

Sebagai pegiat antikorupsi, mungkin Teten tidak pernah menyangka bisa duduk sebagai KSP.

Menengok ke belakang, langkah Teten masuk lingkaran Istana berawal dari keputusannya menjadi anggota tim sukses Jokowi-JK dalam Pilpres 2014.

Seusai Jokowi menang Pilpres dan dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014, Teten sempat pamit untuk berada di luar pemerintahan.

Tak lama berselang, Teten malah dititipkan di Sekretariat Kabinet sebagai Staf Khusus Andi Widjajanto.

"Mei saya ditarik beliau [Presiden Jokowi] untuk menjadi Staf Khusus Presiden. Kemarin, tanpa pemberitahuan sama sekali, saya dilantik sebagai KSP," imbuh Teten.

Teten menilai KSP punya fungsi strategis sebagai back office Presiden. Pekerjaan KSP disebut Teten sebagai "pekerjaan senyap" untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan lancar dan janji-janji politik terhadap masyarakat terpenuhi.

Pria berkepala plontos ini menegaskan Presiden tidak ingin punya utang kepada masyarakat lantaran janji-janji politiknya tidak dipenuhi.

Teten pun mengaku siap menakhodai "kendaraan" yang dibangun Luhut, melanjutkan program yang baik dan meningkatkan aspek-aspek yang dirasa kurang.

Melepas KSP ke tangan Teten, perasaan Luhut campur aduk sekaligus bangga.

Kebanggan yang nyaris sama seperti saat Purnawirawan TNI berpangkat Letnan Jenderal ini membentuk Detasemen 81 Kopassus pada 44 tahun lalu.

Pasukan elite yang diisi oleh prajurit-prajurit terbaik dan tangguh dalam setiap operasi terbuka maupun tertutup untuk membasmi aksi teror.

"Itu 1971, 44 tahun berlalu, dalam bentuk lain saya dapat Darmo, Yanuar, ada lagi Purbaya yang meramalkan keadaan perekonomian kita ini. Kemarin saya bilang Presiden, semua prediksi dia itu benar," kata pria berdarah Batak ini.

Luhut memuji orang-orang di KSP sebagai aset bangsa yang dapat membuat Indonesia menjadi lebih bagus. Kendati sudah ada di luar KSP, Luhut mengaku akan tetap "merecoki" institusi yang bermarkas di Bina Graha itu untuk bekerja sama di bidang politik, hukum, dan HAM.

"Pak Teten masuk ke tempat yang penuh dengan orang yang punya hati, punya otak, dan punya idealisme untuk membuat negeri ini lebih bagus," kata Luhut.

Disambut tepuk pegawai KSP, Luhut berujar, "Pak Teten, it's yours!"

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kantor Staf Presiden
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top