Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tuhan, Si Tukang Kayu, Kaget Lihat Jakarta

Lelaki bernama Tuhan bingung saat pertama kali datang ke Ibu Kota. Pria kelahiran tahun 1973 ini mengaku kaget dengan suasana Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Agustus 2015  |  08:56 WIB
Tuhan, Si Tukang Kayu, Kaget Lihat Jakarta
Seorang warga menunjukan identitasnya yang bernama "Tuhan" di desa Kluncing, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (21/8). Tuhan (42) mengaku nama tersebut merupakan pemberian orang tuanya sejak lahir, yang belakangan banyak diperbincangkan masyarakat karena namanya - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA-- Lelaki bernama Tuhan bingung saat pertama kali datang ke Ibu Kota. Pria kelahiran tahun 1973 ini mengaku kaget dengan suasana Jakarta.

SIMAK: 10 Destinasi Wisata Paling Menyeramkan

"Saya bingung dengan keramaian dan kemegahan Jakarta," ujar Tuhan di Jakarta, Rabu (26/8/2015) malam.

SIMAK: KAMPUNG PULO DIRELOKASI: Warga Hanya Bayar Rp10 Ribu Sehari

Tuhan mengungkapkan, jika diberi pilihan untuk tinggal di Jakarta atau Banyuwangi, Jawa Timur, dia akan memilih tinggal di kabupaten yang terletak di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Menurut dia, suasana di Banyuwangi lebih tenang dibandingkan dengan di Ibu Kota.

BACA JUGA: Menteri Arief Tantang Pemprov Sumut

"Enak tinggal di Banyuwangi, udaranya lebih segar," kata Tuhan.

Tuhan merupakan warga Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur. Ayah beranak dua itu tak menyangka namanya yang unik menjadi sorotan publik.

Hanya karena bernama Tuhan, dia mendadak diburu awak media. Kendati banyak orang yang penasaran atas namanya, Tuhan justru merasa nama dari orang tuanya itu tidak bermakna khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unik

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top