Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Kasus Kekerasan Pada Anak Meningkat

Direktur Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial, Edie Suharto, mengatakan data kasus kekerasan pada anak meningkat lebih dari 100% dari tahun 2013 yang tercatat di komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) sebanyak 536 meningkat menjadi 1366 kasus di tahun 2014.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 23 Juli 2015  |  07:41 WIB
Ilustrasi - readwave.com
Ilustrasi - readwave.com

Kabar24.com, JAKARTA- Direktur Kesejahteraan Sosial Anak Kementerian Sosial, Edie Suharto, mengatakan data kasus kekerasan pada anak meningkat lebih dari 100% dari tahun 2013 yang tercatat di komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) sebanyak 536 meningkat menjadi 1366 kasus di tahun 2014. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya sistem pengaduan.

"Jadi banyaknya kasus kejahatan pada anak yang tercatat di KPAI itu sebenarnya bukan karena semakin banyak orang melakukan kekerasan, tapi karena banyaknya orang yang sudah berani mengadukan ke pihak yang berwajib. Kalau jaman dahulu masyarakat masih kurang peduli terhadap kekerasan yang terjadi di sekitarnya," papar Edie dalam diskusi di Unika Atmajaya, Jakarta, Rabu (22/7/2015).

Menurutnya, banyaknya pelaporan tentang kekerasan pada anak oleh masyarakat sangat membantu pihak berwajib untuk mengusut secara cepat dan membawa tindakan kejahatan tersebut ke ranah hukum.

"Seharusnya memang masyarakat harus menjadi ujung tombak karena sistem perlindungan anak di Indonesia belum terintegrasi sepenuhnya," ujarnya.

Selain itu, kata Edie, pelaporan kejahatan pada anak juga dibantu oleh eksistensi media sosial dan media masa.

"Partisipasi publik sangat membantu aparat menangani kasus dan mengungkap kasus kejahatan pada anak," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak
Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top