Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPUD Depok: Lembaga Hitung Cepat yang Daftarkan Diri Dianggap Legal

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok Nana Sobarna mengimbau para pelaku hitung cepat dan pemantau yang akan terlibat pada Pilkada Depok untuk segera mendaftarkan diri.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 03 Juli 2015  |  19:02 WIB
Kotak surat suara - Ilustrasi
Kotak surat suara - Ilustrasi

Bisnis.com, DEPOK - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok Nana Sobarna mengimbau para pelaku hitung cepat dan pemantau yang akan terlibat pada Pilkada Depok untuk segera mendaftarkan diri.

Nana mengatakan lembaga hitung cepat atau quick count bagian dari partisipasi masyarakat. Hanya saja secara ketentuannya keberadaan lembaga hitung cepat harus legal.

"Mereka yang mau melaksanakan quick count atau yang mau menjadi pemantau harus daftar dulu. Jadi lembaganya resmi, metodenya resmi, sesuai dengan ketentuan," ujarnya Jumat (3/7/2015).
 
Nana mengatakan dengan mendaftarkan diri, maka lembaga hitung cepat atau pun elemen masyarakat yang menjadi pemantau Pilkada 2015 bisa berkoordinasi dengan KPU.

"Bahkan kita dari KPUD Depok akan mengeluarkan sertifikat pemantauan. Makanya kalau ada elemen masyarakat mau mendaftar silahkan mendaftar, waktunya masih panjang. Mereka itu boleh mendaftar sampai nanti pada saat mau pencoblosan," katanya.

Dia menambahkan lembaga hitung cepat atau pemantau yang tidak mendaftar ke KPUD berada di luar kontrolnya, dengan demikian, masyarakat sendiri yang akan menilai keberadaan lembaga tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilkada kpud depok
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top