Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Nasir: Cukup 44 SKS untuk Program Pascasarjana

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir, mengatakan akan memperbaiki kebijakan 72 SKS pada program pascasarjana yang dapat diselesaikan dalam 3 hingga 4 tahun.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 01 Juli 2015  |  10:47 WIB
Ilustrasi - Stjamesvw
Ilustrasi - Stjamesvw

Kabar24.com, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir, mengatakan akan memperbaiki kebijakan 72 SKS pada program pascasarjana yang dapat diselesaikan dalam 3 hingga 4 tahun.

 “Yang sekarang 72 SKS, nanti akan kami perbaiki peraturannya kembali ke maksimum 44 SKS,” ujar Nasir di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Sebelumnya, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, disebutkan mahasiswa wajib menempuh beban belajar paling sedikit 72 SKS untuk program magister, magister terapan, dan spesialis satu, dan 72 SKS untuk program doktor, doktor terapan, dan spesialis dua dengan masa studi terpakai bagi mahasiswa dengan beban belajar 1,5 sampai 4 tahun untuk program magister, program magister terapan, dan program spesialis satu setelah menyelesaikan program sarjana atau diploma empat dan paling sedikit 3 tahun untuk program doktor, program doktor terapan, dan program spesialis dua.

 Menurut Nasir, peraturan tersebut terlalu memberatkan mahasiswa yang menempuh program studi magister. Peraturan tersebut juga membuat semakin berkurangnya minat mahasiswa melanjutkan studi di Indonesia, dan memilih studi di luar negeri dengan waktu yang singkat. 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso melalui surat edaran yang ditujukan kepada seluruh rektor seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia mengklarifikasi bahwa sebagian besar jumlah SKS yang membengkak adalah untuk keperluan penelitian dan publikasi.

“Untuk magister beban 72 SKS sebagaian besar digunakan oleh mahasiswa untuk melaksanakan penelitian, sehingga sebagai contoh proporsinya, perkuliahan  32 SKS, proposal tesis 5 SKS, penelitian dan penulisan tesis 20 SKS, seminar 5 SKS dan karya ilmiah 10 SKS,” paparnya. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri pendidikan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top