Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Gading

Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Gading
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Juni 2015  |  19:43 WIB
Ilustrasi-Gajah - Reuters
Ilustrasi-Gajah - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Seekor gajah Sumatera ditemukan mati dengan gading sudah hilang di hutan tanaman industri PT Arara Abadi di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

"Gajah ini ditemukan mati kebetulan di konsesi HTI (hutan tanaman industri) milik PT Arara Abadi. Kami mendapatkan laporan pertama dari perusahaan karena memang kita sudah menjalin kerja sama komunikasi dengan perusahaan. Dari laporan itu, kita cek ke lapangan, ternyata benar ada satu ekor gajah yang mati dengan perkiraan umur 14 sampai 16 tahun," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Riau, Supartono, ketika dihubungi Antara di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan, kondisi gajah jantan itu sudah membusuk, yang diperkirakan sudah tewas sejak 7-8 hari lalu. Kondisi badan gajah yang sudah menjadi bangkai membuat tim dokter tidak optimal dalam melakukan otopsi, namun bisa dipastikan dua gading satwa bongsor itu sudah raib.

"Saya belum bisa memustuskan apa penyebab kematian, tapi yang jelas gadingnya hilang," ujar Supartono.

Ia mengatakan belum bisa memastikan dari kelompok mana gajah Sumatera liar itu berasal. Ada dua kemungkinan gajah itu berasal dari kelompok Suaka Martasatwa Giam Siak Kecil atau dari Suaka Margasatwa Balai Raja.

"Sekarang ini pergerakan gajahnya agak kacau sehingga cukup sulit memperkirakan asal mereka karena kondisi kontur lapangan banyak berubah. Di sekitar tempat ditemukan gajah juga terdapat perambahan, tanaman sawit yang masih muda. Tapi yang dipastikan, gajah akan terus bergerak mencari tempat di mana terdapat makanan seperti halnya manusia," ujarnya.

Kedepannya, ia mengatakan akan mengoptimalkan patroli gajah bersama perusahaan di sekitar habitat gajah liar tersebut dengan membentuk "Conservation Response Unit". Satu tim tersebut nantinya akan terdiri dari empat gajah besar dan kecil bersama pawang dan polisi hutan.

"Kita akan memaksimalkan gajah yang sudah ada dimiliki perusahaan, daripada mereka cuma tidur dan makan saja," katanya.

Kematian gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) akibat perburuan dan perambahan di Riau masih tergolong tinggi. Pada awal tahun 2015, Polda Riau berhasil menangkap jaringan pemburu gading gajah yang beroperasi dari Riau hingga Jambi.

Sebanyak tujuh tersangka kini menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Bengkalis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top