Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PEMBUNUHAN ANGELINE: Mahasiswa, Detektor Awal Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Perguruan Tinggi melalui program-program pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswanya diharapkan bisa menjadi penyaring awal indikasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai penjuru Indonesia.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 12 Juni 2015  |  13:30 WIB
Angeline - Facebook
Angeline - Facebook

Kabar24.com, TANGERANG—Perguruan Tinggi melalui program-program pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswanya diharapkan bisa menjadi penyaring awal indikasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai penjuru Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengatakan melalui program-program semacam pengabdian masyarakat, mahasiswa melakukan pantauan lapangan. Gagasan ini merespons terus terjadinya kasus kekerasan terhadap anak seperti yang menimpa Angeline.

“Mereka nanti dibuat essay sambil mendampingi keluarga dan sembari mendeteksi apakah ada kekerasan di desa-desa,” tuturnya usai menghadiri Forum Kempemimpinan Perempuan USAID, di Tangerang, Jumat (12/6/2015).

Pengentasan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Lembaga pendidikan tinggi juga memiliki peran penting di dalamnya.

Oleh karena itu, Yohana menginginkan perguruan tinggi mempergiat kajian-kajian soal perempuan dan anak. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) perlu menyokong melalui penyaluran dana hibah.

“Saya tinggal bangun jejaring dengan pemerintah daerah, pusat pelayanan terpadu se-Indonesia, komisi perlindungan, dan LSM untuk buat program yang bisa dilaksanakan sampai ke tingkat desa,” ucap Yohana.

Terkait kekerasan terhadap anak, seperti ramai diberitakan, saat ini perhatian publik sedang tersedot pada kasus bocah Angeline.

Semula diberitakan hilang, belakangan diketahui bahwa bocah Angeline ditemukan sudah terkubur di halaman belakang rumah ibu angkatnya.

Sejauh ini, baru AGS yang ditetapkan sebagai tersangka, Polisi masih memerlukan alat bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka lain.

Selanjutnya, silakan baca PEMBUNUHAN ANGELINE: Polisi Curigai Ada Tersangka Lain. Tapi, Butuh Ini...

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak pembunuhan angeling
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top