Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ridwan Kamil Siap Luncurkan Panic Button: Dibegal, Warga Bandung Tinggal Pijit Tombol. Cari Pasangan?

Setelah meluncurkan uji coba penjernih air di sungai Cikapayang yang melintas dekat Kantor Wali Kota, Ridwan Kamil memperkenalkan peranti Panic Button atau tombol panik untuk melindungi warga Bandung.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 29 Mei 2015  |  20:52 WIB
Tombol Panik - Facebook/Ridwan Kamil Untuk Bandung
Tombol Panik - Facebook/Ridwan Kamil Untuk Bandung

Kabar24.com, JAKARTA – Inovasi layanan publik terus dikembangkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Setelah meluncurkan uji coba penjernih air di sungai Cikapayang yang melintas dekat Kantor Wali Kota, Ridwan Kamil memperkenalkan peranti Panic Button atau tombol panik untuk melindungi warga Bandung.

“Testing aplikasi 'Panic Button' atau tombol panik. Download apps-nya di Google store, daftarkan nomer handphonenya. Kalo emergency, misalnya kena begal, pijit layar hape 3 kali, nanti alarm akan bunyi di command center dan koordinat TKP muncul di layar. Polisi yang bertugas di Command Center akan kirim patroli ke TKP. Nomer handphone yang sudah register yang akan mendapat fasilitas ini, agar tidak disalahgunakan. Apps ini akan dilaunching bulan depan,” begitu pemberitahuan tertulis Wali Kota bernama populer Emil ini di akun Facebook Ridwan Kamil Untuk Bandung.

Hingga Jumat (29/5/2015), pukul 20.20 WIB, pengumuman uji coba aplikasi itu mendapat perhatian dari 10.442 pembaca, mendapat 4.677 like, serta dibagikan dalam 874 shares.

Sejumlah komentar pun muncul dari yang bernada skeptis, serius hingga bertendensi canda.

“Hmmm bagus sih... Panic button orientasinya untuk KLB, bisa sj utk hal yg td disebutkan. Hnya sja kurang tepat guna kang. Dengan cara SECOM security Computer yg terintegrasi k stiap polsek/polres d masing2 wilayah, akan lebih pas. Pointnya kan pd respon dan aksi dari para petugas. Coba kalo diaplikasikan antara Secom dan team URC (unit reaksi cepat) insyaalloh akan meminimalisir kejahatan. Itu sih baru menurut sy... Kang emil,” komentar akun Tom.

Komentar lain memberi pujian atas apa yang dilakukan Emil.

"Ini bru yg namnya pemimpin bekerja untuk massyarakatnya bukan tuk kepentibgan sendiri..." ujar  Anno Warsono.

Sedangkan akun Ahmad Rosadi menulis, "Bersyukurlah jadi urang bndung walikotana edun"

Hal berbeda ditulis akun Den Cyberia, "Sy udah install 2 bln lebih…" ujarnya.

Sementara akun Pendy Tanjuang menjadikan isu tombol panik itu untuk melaporkan kepanikan dirinya menghadapi pendaftran murid baru.

"pa' abi mah mencetna tos ti ayeuna ah...abi d begal dsakolaan, bd ngalebetkn anak k SD Negeri. artos kangge saragam( seragam olah raga, batik tangan panjang, rompi, topi sareng dasi) 300rb. "INFAK" 500rb. meni asa dtodong abi ;-( nyungkeun perhatosanna pa'..."

Adapun terjemahan dari pernyataan di atas adalah sbb:  Pak saya memijitnya dari sekarang saja. Saya dibegal di sekolah. Mau memasukkan anak ke SD Negeri, uang buat seragam (seragam olah raga, batik tangan panjang, rompi, topi serta dasi) 300 ribu. “INFAK” 500 ribu. Saya merasa ditodong. Mohon perhatiannya.

Selain komentar serius, skpetis dan keluh kesah, muncul peluang komentar bernada canda dari akun Alex Bramantyo.

"kalo disalahgunakan hanya untuk sekedar iseng, misalnya cewe jomblo lg nyari pasangan iseng mijit tombol berharap si penyelamat datang cowo ganteng... hahahaha, kumaha tah kang ?? " begitu tulis aku Alex.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil

Sumber : facebook

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top