Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

107 Anggota ISIS Yang Ditahan di Malaysia Dipasangi Alat Pantau

Sebanyak 107 anggota militan negara Islam (IS) yang ditahan di bawah Akta Pencegahan Keganasan (POTA) akan dipasang dengan Piranti Pemantauan Elektronik (EMD) untuk memantau pergerakan mereka setelah dilepaskan.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 29 April 2015  |  11:58 WIB
Petugas menggiring seorang tersangka (tengah) pemilik atribut kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq Syria/ISIS) saat ekspos di Mapolresta Jambi, Selasa (24/3).  - Antara
Petugas menggiring seorang tersangka (tengah) pemilik atribut kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq Syria/ISIS) saat ekspos di Mapolresta Jambi, Selasa (24/3). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Sebanyak 107 anggota militan negara Islam (IS) yang ditahan di bawah Akta Pencegahan Keganasan (POTA) akan dipasang dengan Piranti Pemantauan Elektronik (EMD) untuk memantau pergerakan mereka setelah dilepaskan.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, piranti itu akan dipasang mulai Juli setelah undang-undang terkait diberlakukan.

"Piranti itu akan dipasang pada kaki mereka untuk satu waktu yang ditetapkan," katanya seperti dikutip media setempat, Rabu (29/4/2015.

EMD juga akan dipasang pada narapidana yang telah dibebaskan jika mereka akan dipantau di bawak UU Pencegahan Kriminal (POCA), katanya.

Polisi saat ini tengah menelusuri jejak individu yang diduga menjadi anggota kelompok Negara Islam (IS) setelah 12 dari mereka ditahan pada Sabtu dan Minggu lalu.

"Hanya sebagian dari mereka, 12 orang itu hanya sebagian dari mereka," katanya.

Sebanyak 12 warga Malaysia yang diduga anggota IS ditangkap ketika sedang menguji bahan peledak di sebuah kawasan terpencil Gunung Nuang dekat Hulu Langat, Selangor.

"Mereka itu terpengaruh dengan anasir pimpinan IS dan belajar membuat bom melalui media sosial, tidak perlu ke Suriah dan Irak. Mereka bukan hanya dangkal pengetahuan agama tapi juga mengetepikan semua batas politik," katanya.

Hasil kajian mendapati lebih 50 persen individu yang terlibat dalam IS berumur 40 tahun ke bawah.

Kajian itu jelas menunjukkan bahwa kumpulan militan IS menyasar generasi muda karena golongan itu sering mendapatkan informasi melalui media sosial.



Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ISIS

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top