Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SIER Surabaya Gnadeng Teluk Lamong Garap Kawasan Industri

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menjajaki peluang pengembangan kawasan industri terbesar di Jawa Timur, melalui kerja sama bisnis pengelolaan dry port dan terminal logistik bersama.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 28 April 2015  |  18:33 WIB

Bisnis.com, SURABAYA—PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menjajaki peluang pengembangan kawasan industri terbesar di Jawa Timur, melalui kerja sama bisnis pengelolaan dry port dan terminal logistik bersama.

Direktur Utama SIER Rudhy Wisaksono mengaku pihaknya ingin menangkap peluang-peluang bisnis logistik di Jawa Timur, yang diprediksi berkembang pesat dalam jangka pendek seiring dengan banyaknya proyek pengembangan pelabuhan di provinsi tersebut.

“Kami harus cerdik membaca situasi di mana kekuatan dan kelemahan para kompetitor yang bermain di bidang yang sama. Saya sangat mengapresiasi semangat TTL dan SIER untuk mengembangkan peluang bisnis baru ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Selasa (28/4/2015).

Bisnis pengelolaan dry port dan terminal logistik, lanjutnya, tidak akan langsung membawa margin bagi SIER. Namun, dia optimistis dalam dua hingga tiga tahun, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) itu akan menjadi mitra bisnis yang prospektif.

“Karena dalam beberapa tahun ke depan, TTL tidak hanya bergerak dalam sektor operator petikemas saja, tapi juga di bidang lain seperti curah kering, bisnis energi, dan rencana pengembangan perusahaan pada sektor lain.”

Untuk diketahui, SIER dan TTL telah sepakat untuk merencanakan pengelolaan kawasan industri secara bersama di lahan PT SIER, khususnya di areal Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Namun, tidak diungkapkan berapa nilai investasi dari kerja sama tersebut.

Direktur Utama TTL Prasetyadi berpendapat kerja sama itu akan mengintegrasikan kawasan industri terbesar di Jatim dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Hal tersebut diklaim sebagai strategi menekan biaya logistik industri di Jatim secara signifikan.

“Kami sepakat dengan PT SIER bahwa menjalankan bisnis ini harus dengan kehati-hatian, agar semua pihak yang berkepentingan—termasuk masyarakat luas—mendapatkan manfaat yang besar,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top