Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PHRI Riau Akan Manfaatkan MEA untuk Tingkatkan Wisata

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau akan memanfaatkan pasar bebas tingkat Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai peluang baru karena bisa meningkatkan pariwisata, termasuk pariwisata di Riau.
Gemal Abdel Nasser
Gemal Abdel Nasser - Bisnis.com 28 April 2015  |  10:38 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, PEKANBARU—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau akan memanfaatkan pasar bebas tingkat Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai peluang baru karena bisa meningkatkan pariwisata, termasuk pariwisata di Riau.

Ketua PHRI Ondi Sukmara mengatakan MEA bukanlah suatu hambatan atau sesuatu hal yang harus ditakuti melainkan suatu berpeluang untuk meningkatkan pariwisata di Riau . Dengan masuknya pendatang dari negara tetangga bisa menambah wisatawan di Riau.

“MEA sebenarnya bukan tantangan, justru MEA adalah suatu peluang. Dengan masuknya negara-negara tetangga, tingkatan pariwisata dan pendatang justru lebih banyak. Ini sangat menguntungkan,” katanya, (28/4).

Menurut Ondi, tidak semua pendatang dari negara tetangga masuk ke Indonesia untuk bekerja. Negara pendatang justru akan berwisata. Apalagi di Indonesia banyak tempat wisata, termasuk Riau. 

“Seperti Singapura. Tidak semua orang Singapura datang ke Riau untuk bekerja. Mereka juga ada yang berwisata. Mereka juga tidak akan kesulitan berbahasa Indonesia karena ada beberapa negara yang mempelajari Bahasa Indonesia semenjak sekolah,” katanya.

Mereka akan berkomitmen ikut mengembangkan sekotr pariwisata, sama halnya dengan PHRI pusat.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau menargetkan mendatangkan 60.000 orang wisatawan. PHRI juga mendukung target yang telah ditetapkan ini.

“Kita juga berkomitmen untuk itu. Semoga, bisa lebih(dari 60.000 kunjungan,” kata Ondi.

Riau juga telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata sebagai daerah tujuan wisata syariah dari sembilan provinsi di Indonesia. Sedangkan 8 daerah lainnya adalah Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar dan Lombok.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phri
Editor : Asep Dadan Muhanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top